Biofuels Pengganti Minyak Fosil yang Strategis

Jajaran FMIPA USI foto bersama Guru Besar Universiti Putra Malaysia Prof. Datuk ChM. Ts. Dr. Taufiq Yap Yun Hin.
MEDAN: koranmedan.com
Minyak nabati atau biofuel dari minyak kelapa sawit sangat strategis dijadikan sebagai pengganti minyak fosil atau minyak bumi guna mendukung energi hijau.
Hal itu menjadi simpulan kuliah umum yang disampaikan Guru Besar Universiti Putra Malaysia Prof. Datuk ChM. Ts. Dr. Taufiq Yap Yun Hin di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara (FMIPA USU), Senin (10/11/2025).
Hadir saat itu, Wakil Dekan FMIPA Dr. Cut Fatimah Zuhra, S.Si, M.Si, Kepala Laboratorium Fisika Inti Nuklir Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si, jajaran, staf dan mahasiswa FMIPA. Tampil sebagai Moderator Dr. Eko Kornelius Sitepu, S.Si, M.Si.
Menurut Prof. Taufiq, kelapa sawit menjadi satu-satunya tanaman yang tinggi dan murah kadar biofuelnya dibanding tanaman lain, dan menjadi lebih bertenaga jika dicampur dengan nano kalsium.
Senada, Dr. Sontang Sihotang membenarkan pernyataan Prof. Taufiq terkait pemanfaatan nano kalsium kulit telur sebagai penambah energi biofuels. “Kalsium memang diciptakan Allah sebagai penyeimbang dan pendukung harmonisasi alam,” tutur Dr. Sontang.
Secara umum dijelaskan Prof. Taufiq, Komposisi biofuel bervariasi tergantung jenisnya, namun secara umum terdiri dari rantai hidrokarbon dengan gugus oksigen, seperti ester, alkohol, dan asam. Biodiesel tersusun dari ester metil dari asam lemak (misalnya dari minyak nabati atau lemak hewani), sedangkan bioetanol adalah alkohol yang dibuat melalui fermentasi tanaman berpati dan gula. Bahan baku utamanya adalah bahan biologis terbarukan seperti minyak nabati, lemak hewani, sisa pertanian, atau alga.
Berdasarkan komposisi jenis biofuel terdiri dari biodiesel, dan bioetanol
Di mana biodiesel terdiri dari monoalkil ester dengan panjang rantai karbon antara 12-20. Dihasilkan dari konversi kimia minyak nabati (seperti sawit, jarak, atau kedelai) dan lemak hewani.
Sedangkan bioetanol terdiri dari alkohol (etanol).Dihasilkan dari fermentasi tanaman yang mengandung pati, gula, atau selulosa seperti jagung, tebu, atau singkong.
Adapun biofuel dari konversi termokimia diproses melalui pirolisis, gasifikasi, dan pencairan hidrotermal, biomassa padat dipecah menjadi cairan atau gas. Hasilnya adalah campuran yang mengandung komponen seperti asam (misalnya asam asetat), ester (metil format), dan alkohol (metanol, etanol)
*** (Zulmar)