Tindak Lanjut Abdimas USU dan UPM Inovasi Pelet Berkalsium di Desa Simpang Mangga, Pertumbuhan Ikan Membaik Signifikan

Tim Abdimas USU dan UPM foto bersama saat meninjau perkembangan hasil inovasi pelet ikan Kelompok Tani Tambak di Desa Simpang Mangga Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun.
SIMALUNGUN: koranmedan.com
Dari tindaklanjut pelatihan dan pendampingan yang dilakukan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara kolaborasi Universiti Putra Malaysia (Abdimas USU-UPM) kepada Kelompok Tani Tambak di Desa Simpang Mangga Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun terkait inovasi pelet berkalsium menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Hal itu terlihat dari pemantaun Tim yang turun ke lokasi pada Senin (10/11/2025). “Alhamdulillah pertumbuhan ikan semakin membaik pasca pemberian inovasi pelet berkalsium,” ungkap Ketua Kelompok Tani Muhammad Amin menyampaikan kepada Tim Abdimas yang diketuai Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si dengan Anggota Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D, Prof. Dr. Dharma Bhakti, MS (USU), serta Prof. Dr. Datuk Taufiq Yap Yun Hin, ChM. Ts (UPM).
Dijelaskan Dr. Muhammad Sontang Sihotang, jenis kalsium yang dipakai untuk pencampuran pakan pelet terdiri dari tepung nano kalsium dari kulit telur dan tepung nano, kalsium dari kulit kerang. “Kedua bahan tersebut dimix dengan dedak padi, limbah tepung singkong dan minyak kelapa sawit lalu digiling menggunakan mesin,” tutur Dr. Sontang.
Agar pertumbuhan ikan terus membaik, sebelumnya dilakukan penataan kolam dari tradisional ke penataan yang lebih modern dengan sistem sirkulasi air yang terus mengalir. Saat pengeringan tambak juga ditabur tepung kalsium ke dasar kolam guna menghilangkan gangguan hama.
Atas pertumbuhan dan perkembangan ikan yang membaik, Prof. Taufiq mengajak Kelompok Tani Tambak bersyukur kepada Allah SWT sembari terus melakukan pengawasan terutama terhadap sumber air jangan sampai tercemar.
Ke depan, Kelompok Tani Tambak berharap bisa menjual pakan pelet berkalsium kepada para petani tambak lainnya.
Adapun jenis ikan yang dikembangkan terdiri dari ikan Mas, Telapia (Nila), Gurami, Bawal dan Lele Dumbo.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025.*** (Zulmar)