Waktu Mustajab Berdo’a
Koranmedan.id
Waktu-waktu mustajab untuk berdo’a berdasarkan hadits Rasulullah SAW meliputi sepertiga malam terakhir, di antara azan dan iqamah, saat sujud, setelah shalat fardhu, hari Jumat, saat berbuka puasa, dan ketika hujan turun. Berdoa di waktu ini diyakini lebih cepat dikabulkan karena Allah turun ke langit dunia atau pintu langit dibuka.
Berikut rincian waktu mustajab berdasarkan hadits:
Sepertiga Malam Terakhir (Waktu Sahur): Waktu terbaik bermunajat karena Allah turun ke langit dunia dan berfirman, “Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya…” (HR. Bukhari & Muslim).
Di Antara Azan dan Iqamah: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan tertolak doa yang dipanjatkan antara azan dan iqamah” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi).
Saat Sedang Sujud: Posisi hamba paling dekat dengan Tuhannya, sehingga dianjurkan memperbanyak doa saat itu (HR. Muslim).
Setelah Shalat Fardhu: Waktu utama setelah melaksanakan kewajiban shalat lima waktu (HR. Tirmidzi).
Hari Jumat: Terdapat satu waktu di hari Jumat di mana doa pasti dikabulkan, paling kuat setelah Asar hingga terbenam matahari (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud).
Saat Berbuka Puasa: Doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak (HR. Tirmidzi).
Saat Turun Hujan: Saat pintu langit dibuka dan hujan merupakan rahmat.
Memaksimalkan waktu-waktu tersebut dengan khusyuk dan keyakinan akan dikabulkan oleh Allah SWT sangat dianjurkan.
Allah pasti mengabulkan doa hamba yang meminta, baik disegerakan di dunia, disimpan sebagai pahala akhirat, atau dijauhkan dari keburukan dunia. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah malu jika hamba-Nya mengangkat tangan meminta lalu menolaknya dengan hampa, kecuali hamba yang meminta masih punya dosa atau sedang memutus silaturahmi dengan saudara senasab.*** (Zulmar)
