Pemkab Dairi Tindaklanjuti Kasus Siswa Keracunan
SIDIKALANG: koranmedan.id
Pemerintah Kabupaten Dairi menyampaikan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan sejumlah siswa di SMK HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumatera Utara yang dilakukan pada 13 hingga 18 Februari lalu terhadap sampel makanan, ditemukan adanya indikasi kontaminasi bakteri pada menu yang disajikan kepada siswa.
“Temuan tersebut diperoleh setelah dilakukan uji mikrobiologi terhadap sampel makanan yang diamankan segera setelah kejadian,” kata Bupati Dairi Vikner Sinaga saat memimpin rapat Senin (23/3/2026) di ruang rapat Bupati.
Rapat dihadiri Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Dairi Wahyu Daniel Sagala, unsur Forkopimda, Sekda Dairi Charles Bantjin, Asisten Pemerintahan Agel Siregar, para kepala OPD terkait dan Korwil BGN Dairi dan Pakpak Bharat, Pahlawan Nasution.
Dijelaskan, Ini adalah bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang harus kita dukung bersama dalam menyongsong Indonesia Emas di 2045. Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama.
“Kita akan melakukan evaluasi intervensi menyeluruh terhadap sistem pengadaan, pengolahan, hingga distribusi makanan MBG. Pemkab Dairi tidak akan mentolerir kelalaian dalam penyediaan makanan bagi peserta didik,” tegas Bupati.
Ia juga menyampaikan Pemkab Dairi telah memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi 280 siswa didik yang terdampak dan memastikan seluruh biaya perawatan di RSUD Sidikalang, RS Serenapita dan beberapa Puskesmas serta klinik ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebagai langkah konkret, Pemkab Dairi memastikan seluruh siswa telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini telah kembali bersekolah.
“Kami berpesan kepada korwil BGN Dairi agar melakukan pengawasan yang lebih ketat terutama kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Standar Keamanan Pangan Nasional, Taat pada Prosedur Operasional Standar (SOP),” ucap Bupati Dairi.
Sementara kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi dr. Henry Manik menerangkan, gejala yang dialami para siswa seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare mengarah pada dugaan keracunan makanan akibat kontaminasi bakteri. Seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis dan dalam kondisi stabil.
Pada sampel makanan di SMK HKBP ditemukan bakteri Stapilococus aureus dan Bacillus Cereus pada nasi putih dan Kapang Kamir pada menu gulai ayam.
“Sementara pada sample makanan di SMK Arina ditemukan Kapang Kamir pada nasi putih, Total Coliform pada sayur tumis tauge dan Total coliform pada tempe goreng tepung. Sample makanan diambil dari makanan SPPG bersangkutan,” ujarnya.
Dijelaskan, terjadinya keracunan diduga akibat durasi waktu antara proses pengolahan makanan hingga dikonsumsi siswa yang terlalu lama, sehingga memicu pertumbuhan bakteri pada makanan.
“Kondisi tersebut diperparah oleh suhu penyimpanan dan distribusi yang tidak memenuhi standar keamanan pangan,” tuturnya.
Selanjutnya, Korwil BGN Dairi menyampaikan, setelah kejadian keracunan di SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Swasta Arina Sidikalang telah melakukan penghentian sementara operasional SPPG yang terkait sampai waktu yang belum ditentukan.
“Biaya pengobatan siswa selama di rumah sakit ditanggung oleh DIPA BGN. BGN akan lakukan Evaluasi dan audit menyeluruh terhadap SOP produksi dan distribusinya,” tegas Korwil BGN Dairi.*** (mata)
