LANGKAT – koranmedan.id
Bupati Langkat Syah Afandin membuka Halalbihalal dan Dialog Keislaman digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Langkat di ruang pola Kantor Bupati Langkat, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis memperkokoh persatuan serta mempererat sinergi antara ulama dan umara (pemerintah).
Acara yang diselenggarakan Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Langkat tersebut dihadiri sekitar 70 peserta, terdiri dari Dewan Pertimbangan MUI, pengurus MUI, para alim ulama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi Islam, serta para Ketua MUI Kecamatan se-Langkat.
Ketua panitia, Mansyur menyampaikan kegiatan ini bertujuan memperkuat ukhuwah serta menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama dan pemerintah (umara) dalam menjaga kerukunan umat.
Selain itu, forum ini juga menjadi wadah dialog keislaman dan diskusi kebangsaan guna memperkuat nilai-nilai Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan kebangsaan) dan Ukhuwah Basyariyah/Insaniyah (persaudaraan kemanusiaan).
Bupati Langkat menegaskan pentingnya peran agama dalam kehidupan bermasyarakat serta perlunya sinergi antara ulama dan pemerintah untuk menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman.
Ia mengajak seluruh masyarakat Langkat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta menolak segala bentuk gangguan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
“Saya mengajak kita semua untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta menolak segala bentuk rongrongan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan,” tegasnya.
Bupati berharap melalui dialog keislaman ini akan lahir gagasan-gagasan konstruktif yang mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, sekaligus memperkuat implementasi nilai-nilai ukhuwah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menyoroti pentingnya peran ulama sebagai pembimbing umat dalam memberikan pencerahan serta menjaga keharmonisan kehidupan keagamaan dan sosial.
“Saya meyakini para ulama memiliki peran strategis dalam membimbing umat, memberikan pencerahan, serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MUI Langkat, Zulkifli Ahmad Dian menyampaikan bahwa dialog publik ini menghadirkan narasumber Dr Muhammad Zuhaili dari Singapura, yang merupakan Ketua International Islamic Youth League (IIYL) Asia dan MZ Qur’an Centre. Kehadiran narasumber diharapkan memberikan wawasan dan pemikiran luas terkait penguatan ukhuwah wathaniyah dan basyariyah.
Dalam kesempatan itu, Dr Muhammad Zuhaili juga menyerahkan buku “Qur’anisasi” kepada Bupati Langkat, unsur Forkopimda, Sekdakab Langkat Amril, Ketua MUI Langkat, serta jajaran pengurus lainnya sebagai bentuk kontribusi keilmuan bagi masyarakat.(*)
Editor: Eddy Syahputra
