Foto tangkapan layar cctv masjid tempat terjadinya aksi pencurian sepeda motor Ketua Baznas Kota Tanjungbalai.
Curanmor Merajalela di Tanjungbalai, Ketua Baznas Kehilangan Motor Saat Shalat Isya
TANJUNGBALAI: koranmedan.id
Aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) kembali meresahkan warga Kota Tanjungbalai. Kali ini, pelaku menyasar Ketua Baznas Kota Tanjungbalai yang juga pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Saksi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 20.05 WIB. Korban, Indra (43), warga Kelurahan TB III, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, saat itu sedang menunaikan shalat Isya di Masjid Saksi.
Seperti biasa, Indra memarkirkan sepeda motor Honda PCX miliknya bernomor polisi BK 4860 QAJ di area parkir masjid. Namun, usai melaksanakan salat, ia terkejut saat mendapati sepeda motor beserta kunci kontaknya telah hilang dari lokasi parkir.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) masjid menunjukkan seorang pria diduga telah merencanakan aksi pencurian tersebut. Pelaku terlihat berada di dalam masjid dan menunggu seluruh jamaah fokus beribadah sebelum melancarkan aksinya.
Dalam rekaman itu, pelaku tampak mengambil kunci kontak yang berada di samping korban, lalu bergerak menuju area parkir dan membawa kabur sepeda motor milik korban.
Korban mengaku tidak menyangka sama sekali akan kehilangan kendaraan di tempat ibadah yang juga menjadi lokasi dirinya bertugas sebagai pengurus masjid.
“Sama sekali tidak menyangka, karena kunci sepeda motor itu saya letakkan di samping saya,” ujar Indra kepada wartawan.
Usai kejadian, Indra langsung membuat laporan resmi di SPKT Polres Tanjungbalai. Ia meminta aparat kepolisian segera bertindak cepat untuk menangkap pelaku dan memberikan efek jera.
“Saya berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku curanmor yang beraksi di Kota Tanjungbalai, khususnya yang menimpa saya. Dengan tertangkapnya pelaku, saya berharap kendaraan saya bisa kembali,” katanya.
Maraknya aksi Curanmor dalam sepekan terakhir menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga pun meminta aparat penegak hukum menindak para pelaku Curanmor serta meningkatkan patroli dan pengawasan, terutama di titik-titik rawan.*** (Syafrizal)
