Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Dr. Muhammad Sontang Sihitang, S.Si, M.Si yang siap menyupport sebagai Staf Khusus
Dr. M. Sontang Sihotang Siap Dampingi Presiden Prabowo Majukan Indonesia
MEDAN: koranmedan.id
Kepala Laboratorium Fisika Nuklir Universitas Sumatera Utara (USU) yang juga Ketua Jama’iyah Ahlith Thariqoh Almuktabaroh An-nahdliyah (JATMAN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si menyatakan kesiapan mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto secara bathiniyah maupun lahiriyah untuk memajukan Indonesia ke depan.
Hal itu diungkapkan Dr. M. Sontang Sihotang, S.Si, M.Si kepada Koranmedan.id di Medan, Senin (18/5/2026).
Menurut M. Sontang Sihotang, Indonesia bisa menjadi negara maju jika Presiden Prabowo didampingi staf ahli atau kabinet yang berilmu pengetahuan tinggi seperti dirinya yang ahli fisika dan ahli metafisika yang mampu melakukan rekayasa sosial (social engineering) guna memberdayakan segenap rakyat Indonesia termasuk para penyandang disabilitas dan korban Narkotika dan Obat Berbahaya (Narkoba).
“Kemauan memajukan Indonesia itu sesungguhnya ada pada diri Presiden Prabowo bersama jajaran kabinet yang mumpuni seperti Menkeu Purbaya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Jaksa Agung ST Burhanuddin dan saya pribadi selaku akademisi,” ungkap Dr. M. Sontang Sihotang.
Dipaparkannya lebih jauh, pemberdayaan 7 kelompok rentan dalam penghasilan produk inovasi dengan okupasi terapi kepada difabel, disabilitas (orang kurang upaya), orangtua jompo (otj), pengangguran, remaja putus sekolah (rps), mantan pecandu Narkoba, ibu tunggal (janda), tuna wisma / netra / wicara dll menjadi rintisan awal yang perlu diupayakan.
Adapun langkah yang perlu dieksekusi tim tank Presiden Prabowo untuk percepatan memajukan Indonesia adalah dengan melakukan proses pengolahan limbah (sampah) dimulai dari 7 langkah dengan peralatan tradisional. Diawali pengumpulan limbah dengan baskom /ember, pembersihan/ penyucian dengan air, gayung, panci, penjemuran / pengeringan dengan tray atau tikar plastik , garpu kayu.
Selanjutnya penghancuran dengan crusher machine, tumbuk alu, toples , ember. Kemudian pembakaran dengan oven, sangrai, gongseng, kompor gas, penghalusan /penepungan dengan shiever machine, ayakan micro /mesh 50 micron, packaging , pengemasan produk dengan pembotolan, plastik dan labelling serta pemasaran produk /salesmanship.
“Melalui kangkah ini Indonesia akan lebih cepat maju. Karena kaum marjinal selama ini belum diberdayakan secara optimal. Karena itu, Staf Khusus Presiden yang membidangi masalah ini perlu diadakan, dan saya siap menjadi manajerialnya,” pungkas Dr. M. Sontang Sihotang.*** (Zulmar)
