Brosur Alat Terapi Genki Belt Premium Genkidesu (kiri) dan Kepala Laboratorium Fisika Nuklir Universitas Sumatera Utara (USU) Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.SI (kanan).
New Genki Belt Premium, Alat Terapi Pemberdayaan Material Alam Ciptaan Tuhan
MEDAN: koranmedan.id
Setelah menganalisa peran dan fungsi alat terapi New Genki Belt Premium yang diperkenalkan Genkidesu Indonesia, menurut Kepala Laboratorium Fisika Nuklir Universitas Sumatera Utara (USU) Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si yang juga Ketua Jama’iyah Ahlith Thariqoh Almuktabaroh An-Nahdliyah (Jatman) Sumatera Utara, peran atau manfaat alat terapi New Genki Belt Premium yang memancarkan/mengeluarkan Sinar Infra Merah, Micro Massaging dan Heated Therapy merupakan sistem pengobatan yang memberdayakan material/partikel alam ciptaan Tuhan (Alloooh) yang berukuran yocto/sangat kecil yakni 0,000 pangkat 25 di bawah ukuran nanometer).
Dalam ilmu Nuklir Metafisika Tasawuf, kata Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si, benda yang sangat kecil atau halus ukurannya, hal itu nyaris bagaikan gas (udara) ada dan terasa tapi tidak terlihat. Itulah material yocto ciptaan Allah yang dimanfaatkan teknologi Genkidesu dalam wujud New Genki Belt Premium.
Dipaparkan Dr. Sontang, alam semesta secara garis besar terdiri dari tiga komponen utama yakni Materi Biasa, Materi Gelap (Dark Matter), dan Energi Gelap (Dark Energy).
Adapun rincian masing-masing komponen penyusun alam semesta yaitu: Energi Gelap (~68%): Energi misterius ini adalah penyebab utama alam semesta terus mengembang dengan kecepatan yang semakin cepat. Keberadaannya melawan gaya gravitasi yang mencoba menarik materi kembali menyatu.
Materi Gelap (~27%): Materi yang tidak memancarkan, menyerap, atau memantulkan cahaya. Keberadaannya hanya dapat dideteksi dari efek gravitasinya terhadap benda langit lain.
Materi gelap berfungsi seperti “perekat” kosmik yang menyatukan galaksi-galaksi.
Sedangkan Materi Biasa (~5%) yakni segala hal yang bisa dilihat, disentuh, dan dikenal, termasuk bintang, planet, debu kosmik, gas antariksa, hingga makhluk hidup. Materi ini didominasi oleh gas Hidrogen (sekitar 74%) dan Helium (sekitar 25%). Sisanya berupa partikel seperti proton, neutron, dan elektron yang membentuk unsur-unsur lain di alam semesta.
Terkait Batu turmalin (tourmaline) yang dapat memancarkan gelombang inframerah jauh (Far Infrared Radiation / FIR), menurut Dr. Sontang, karena FIR memiliki struktur kristal asimetris unik yang menghasilkan sifat listrik permanen (polarisasi spontan). Di alam semesta, batu turmalin adalah salah satu dari sedikit mineral yang secara alami bertindak sebagai “dinamo” atau baterai alami berkat susunan atomnya.
Berikut penjelasan ilmiah mengapa fenomena ini terjadi:
1. Memiliki Kutub Listrik Alami (Dipol Listrik). Secara mikroskopis, struktur kimia turmalin yang berupa cincin borosilikat memiliki susunan atom yang tidak simetris. Ketidakseimbangan ini membuat molekul di dalam turmalin membentuk dipol listrik—artinya, batu ini memiliki kutub positif dan negatif permanen di kedua ujung kristalnya meskipun tidak dihubungkan ke kabel listrik. Kutub listrik ini memicu vibrasi atom di dalam batu secara terus-menerus.
2. Efek Piroelektrik dan Piezoelektrik Turmalin sangat sensitif terhadap perubahan energi di lingkungan sekitarnya. Ada dua sifat fisika utama yang bekerja di sini:
Efek Piroelektrik (Sensitif Panas): Ketika batu turmalin menerima sedikit saja perubahan suhu (misalnya dari suhu ruangan atau kehangatan kulit manusia), kutub-kutub listriknya akan terstimulasi.
Efek Piezoelektrik (Sensitif Tekanan): Ketika batu ini menerima tekanan fisik, gesekan, atau getaran, energi mekanik tersebut langsung diubah menjadi energi listrik.
3. Pelepasan Energi Menjadi Gelombang Inframerah. Saat energi lingkungan (seperti panas tubuh atau tekanan) diserap, molekul internal turmalin akan naik ke tingkat energi yang lebih tinggi (tereksitasi). Karena sifat dipol listriknya, ketika molekul-molekul tersebut kembali ke kondisi stabilnya (relaksasi), kelebihan energi tersebut dilepaskan kembali ke luar. Energi yang dilepaskan ini memancar dalam bentuk gelombang elektromagnetik tak kasat mata, yang panjang gelombangnya pas berada di angka 4 hingga 14 mikrometer.
Dalam spektrum fisika, panjang gelombang ini dikenal sebagai Sinar Inframerah Jauh (Far Infrared). Oleh karena alasan ilmiah inilah, turmalin banyak dihancurkan menjadi bubuk halus dan disematkan ke produk-produk kesehatan seperti Gelang Kesehatan Gojeon Tourmaline atau matras terapi MediCrystal Infrared Pad termasuk New Genki Belt Premium guna memicu radiasi inframerah alami yang melancarkan sirkulasi darah manusia.
Micro Massaging
Micro massaging (atau pemijatan mikro) adalah teknik stimulasi jaringan berskala kecil untuk meningkatkan sirkulasi darah dan merangsang pemulihan sel. Istilah ini paling sering ditemukan dalam terapi fisik (fisioterapi) dan perawatan estetika, yang dilakukan melalui dua metode utama:
1. Terapi Ultrasonografi (Fisioterapi). Menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menembus jaringan tubuh. Getaran ini menciptakan efek pemijatan mikroskopis pada tingkat sel, yang berguna untuk meredakan nyeri, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan otot serta ligamen.
2. Pakaian Kompresi Anti-Selulit.
Berupa belt atau pakaian kompresi yang memiliki tekstur rajutan khusus, tonjolan gel, atau manik-manik. Saat Anda bergerak, kain ini memberikan pijatan mikro konstan pada permukaan kulit untuk meningkatkan aliran darah dan getah bening, sehingga membantu menyamarkan tampilan selulit.
Heated Therapy
Heated therapy (atau terapi panas) adalah metode pengobatan yang menggunakan suhu hangat atau panas untuk meredakan nyeri, mengendurkan otot yang kaku, dan mempercepat penyembuhan.Berikut adalah rangkuman lengkap mengenai cara kerja, jenis, dan manfaatnya:
Cara Kerja Terapi Panas
Panas yang diterapkan pada area tubuh tertentu bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi). Hal ini meningkatkan aliran darah, yang membawa lebih banyak oksigen dan nutrisi ke area yang sakit, serta membantu membuang sisa metabolisme penyebab nyeri.
Jenis-Jenis Terapi Panas
Panas Kering: Mudah diterapkan di rumah menggunakan heating pad (bantalan pemanas elektrik), botol berisi air hangat, atau kompres kering.
Panas Basah: Dianggap menembus jaringan otot lebih dalam. Contohnya meliputi mandi air hangat, handuk hangat, atau mandi sauna.
Fisioterapi Modern: Menggunakan alat seperti terapi ultrasound (gelombang suara untuk menghasilkan panas internal) atau terapi inframerah.
Manfaat Utama Terapi Panas/Hangat
Meredakan nyeri otot, sendi, dan kram menstruasi.
Mengurangi kekakuan pada sendi (cocok untuk penderita radang sendi atau osteoarthritis).
Mempersiapkan otot sebelum berolahraga untuk mencegah cidera.
Demikian paparan Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si yang juga pernah menjadi Dosen Keperawatan di Universitas Indonesia (UI) Depok.*** (Zul Marbun)
