Pak Bobby Perlu Tau Ni, Dr. Sontang Usulkan Pasca Tutup 2 Agustus 2026, PRSU Boleh Dibuka Tiap Sabtu dan Minggu
MEDAN: koranmedan.com.id
Membuka Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) setiap Sabtu-Minggu setelah penutupan resmi pada 2 Agustus 2026 sangat perlu dan berpotensi besar untuk memajukan sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan pemanfaatan aset daerah.
“Langkah ini dapat mengubah kompleks PRSU yang bernilai strategis di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Medan, menjadi destinasi wisata berkelanjutan sepanjang tahun, bukan sekadar ruang pameran musiman”, usul Pemerhati Kebijakan Publik Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si yang juga Dosen Filsafat Universitas Pancabudi Medan dari Jakarta khusus kepada Koranmedan.com.id, Jumat (31/7/2026).
Dr. Sontang menganalisis secara
mendalam mengenai urgensi, potensi, tantangan, serta langkah konkret yang dibutuhkan jika kompleks PRSU dibuka setiap akhir pekan:
Alasan Mengapa PRSU Perlu Dibuka Setiap Sabtu-Minggu
Optimalisasi Aset Daerah: Kompleks PRSU memiliki infrastruktur yang sangat lengkap, mulai dari panggung pertunjukan hingga 33 paviliun unik perwakilan kabupaten/kota se-Sumut. Membiarkannya tertutup selama 11 bulan hanya akan membuat fasilitas tersebut telantar dan cepat rusak.
Wadah Berkelanjutan UMKM & Ekraf: Selama pelaksanaan satu bulan penuh, PRSU terbukti sukses menggerakkan sektor ekonomi lokal. Pembukaan setiap akhir pekan memberikan ruang kontinu bagi pelaku UMKM kuliner, kerajinan tangan, dan industri kreatif lokal untuk berjualan secara konsisten.
Menjadi Ruang Publik Alternatif Warga
Kota Medan membutuhkan lebih banyak ruang terbuka publik ramah keluarga untuk mengisi libur akhir pekan. Konsep wajah baru PRSU yang modern sangat ramah bagi anak-anak maupun komunitas anak muda.
Etalase Pariwisata Multi-Daerah
Konsep mini-Sumut di dalam kota mempermudah pelancong luar daerah maupun mancanegara yang ingin mengenal budaya Samosir, Tapanuli, Nias, atau Melayu Deli dalam satu tempat tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Konsep Destinasi Akhir Pekan yang Bisa Diterapkan
Untuk menjaga daya tarik pengunjung agar tidak bosan, pengelola tidak bisa hanya mengandalkan konsep pameran formal. Beberapa konsep adaptif ini bisa diterapkan
Aspek Kegiatan Konsep yang Dapat Diterapkan yakni Kuliner & Belanja Pusat kuliner khas daerah (Street Food Market) dan pasar kreatif akhir pekan untuk produk fesyen atau kerajinan tangan lokal.
Seni & Komunitas
Wadah berkumpulnya berbagai komunitas (otomotif, hewan peliharaan, fotografi) disertai panggung mini untuk musisi lokal dan pertunjukan band indie.
Budaya bergilir mengadakan mini-festival budaya bergantian setiap minggu yang dikelola oleh perwakilan anjungan kabupaten/kota secara terjadwal.
Edukasi & Olahraga Area Car Free Day mini di dalam kompleks, lengkap dengan ruang edukasi satwa, kelas seni, atau wahana bermain anak.
Tantangan Utama dan Solusinya
Tantangan operasional Paviliun memang tidak mudah bagi pemerintah kabupaten/kota jarak jauh untuk mengirimkan stafnya menjaga paviliun setiap akhir pekan.
Solusinya Paviliun dapat diserahkan pengelolaannya kepada paguyuban mahasiswa atau masyarakat perantau asal daerah tersebut yang berdomisili di Medan untuk dijadikan pusat informasi pariwisata sekaligus kafe tematik.
Biaya Perawatan Fasilitas
Diakui membuka area luas membutuhkan biaya kebersihan, keamanan, dan listrik yang tinggi.
Solusinya menghapus tiket masuk mahal yang biasa berlaku saat pameran utama (seperti tiket konser Rp75.000). Terapkan tarif masuk yang sangat murah/gratis untuk menarik massa, lalu ambil keuntungan dari sistem bagi hasil sewa stand UMKM atau tarif parkir yang dikelola profesional.
Tips bagi Pemerintah Daerah / Pengelola (PT PPSU)
Mulailah dengan Uji Coba. Lakukan uji coba pembukaan selama 1–2 bulan pertama pasca-2 Agustus untuk mengukur animo masyarakat dan kesiapan logistik pedagang.
Gandeng Promotor Lokal
Manfaatkan promotor acara lokal untuk mengadakan acara-acara skala kecil bertema anak muda secara berkala di Landmark Stage agar suasana tetap hidup.
Demikian konsep dan usul Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si yang juga Ketua Ahlith Thariqoh Almuktabarah An-Nadliyah (JATMAN) Sumatera Utara.*** (Zulmar)
