Maknai HUT RI, PWPM Tak Ingin Jasa Wartawan Senior Terlupakan
MEDAN: koranmedan.com.id
Kehidupan pers dalam era disrupsi informasi saat ini, menuntut kecepatan dan harus adaptif dengan perkembangan zaman serta teknologi.
Terlebih bagi wartawan di era jauh sebelum Artificial Intellegence atau AI dan ChatGPT kini, tentu harus dapat menyesuaikan perkembangan teknologi yang semakin cepat tersebut.
Berangkat dari perkembangan itu sekaligus menjelang Peringatan HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026 dan Rapat Kerja, Pengurus Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) di bawah kepemimpinan Ketua Muhammad Edison Ginting Cobra memberikan apresiasi atas dedikasi para wartawan senior, baik yang masih aktif atau tidak lagi meliput di lapangan. Terutama para wartawan senior yang pernah meliput atau bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Para pengurus PWPM pada Kamis (13/8/2026) mengunjungi langsung kediaman sejumlah wartawan senior tersebut. Antara lain ke rumah Hj Mardiana Chaniago alias Bundo (84 tahun) di Jalan Senam, Kecamatan Medan Kota.
Dalam kesempatan itu, Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting mengatakan mereka datang dengan membawa semangat untuk merawat hubungan antargenerasi di kalangan wartawan. Ia ingin para wartawan senior tidak dilupakan ketika zaman terus bergerak.
“Kedatangan kami sebagai penghormatan kami atas dedikasi Bundo yang menjadi inspirasi kami sebagai jurnalis. Kami berharap dalam silaturahmi ini Bundo sehat selalu, dan tetap semangat beraktivitas. Kami berharap Bundo terus memberi masukan dan saran kepada kami,” kata pria yang akrab disapa Ginting itu.
Pengurus kemudian melanjutkan silaturahmi ke kediaman masing-masing para wartawan senior lainnya seperti Idris Pasaribu, H Marzili, Ir. Zulfikar Tanjung, Sri Sahati, Nurlinsyah/Kak Butet.
Bagi Ginting, pengalaman para wartawan senior merupakan bagian penting dari perjalanan jurnalistik yang tidak boleh terputus begitu saja. Karena itu, di tengah persiapan PWPM menghadapi rapat kerja sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, ia memilih menyempatkan diri menemui mereka.
Ada pesan yang ingin disampaikan dalam kegiatan tersebut, bahwa organisasi wartawan tidak hanya berbicara tentang program dan agenda ke depan, tetapi juga tentang bagaimana menghargai mereka yang telah lebih dahulu menapaki jalan panjang jurnalistik.*** (Zulmar)
