Ketua Umum ASDEKI Drs. Khairul Mahalli (kanan) saat bersilaturahmi dengan Menteri Investasi, Perdagangan dan Perindustrian Malaysia YB Datuk Seri Johan Abdul Ghani di arena Jameca/Majeca, Kuala Lumpur, Selasa (1/9/2026).
Menteri Investasi, Perdagangan dan Perindustrian Malaysia Sambut Kolaborasi ASDEKI
Kuala Lumpur: koranmedan.com.id
Menteri Investasi, Perdagangan dan Perindustrian Malaysia YB Datuk Seri Johan Abdul Ghani menyambut positif kenginan Kolaborasi Asosiasi Depot Kontainer Indonesis (ASDEKI) terkait kerjasama perdagangan yang saling mendukung.
Harapan itu tercetus di sela rehat Konferensi Jameca atau Majeca di Kuala Lumpur Malaysia saat Ketua Umum ASDEKI Drs. Khairul Mahalli bersilaturahmi di arena Majeca.
Seperti diketahui, Konferensi Jameca (lebih dikenal sebagai JAMECA–MAJECA Joint Conference) adalah forum pertemuan ekonomi berkala antara Jepang dan Malaysia. Forum diselenggarakan bersama oleh dua lembaga kerjasama ekonomi, yaitu JAMECA (Japan–Malaysia Economic Association) dari pihak Jepang dan MAJECA (Malaysia–Japan Economic Association) dari pihak Malaysia.
“Tujuan utama dari konferensi untuk mempererat hubungan ekonomi bilateral, meningkatkan kerjasama perdagangan, investasi, serta membahas isu-isu ekonomi global yang memengaruhi kedua negara.,” sebut Mahalli.
Salah satu momen paling bersejarah dalam konferensi ini, kata Mahalli, terjadi pada tanggal 8 Februari 1982 saat pelaksanaan pertemuan tahunan ke-5 di Kuala Lumpur. Perdana Menteri Malaysia saat itu Mahathir Mohamad memanfaatkan forum ini untuk mengumumkan kebijakan ekonomi terkenalnya, yaitu Dasar Pandang ke Timur (Look East Policy), yang menjadikan etika kerja Jepang dan Korea Selatan sebagai anutan pembangunan Malaysia.
“Pada pertemuan-pertemuan terbaru (seperti Konferensi Bersama ke-42 yang diadakan di Tokyo), pembahasan mencakup penguatan ketahanan rantai pasok global, kolaborasi di bidang teknologi hijau (green technology), inovasi digital, serta manufaktur tingkat lanjut di tengah ketegangan perdagangan global,” ungkap Mahalli
Pertemuan Konferensi dihadiri para pejabat tinggi pemerintah, pemimpin bisnis terkemuka, kamar dagang, hingga lembaga pengembangan investasi kedua negara seperti MATRADE dan MIDA.*** (Zulmar)
