KPU Bersama Bawaslu Tanjungbalai Edukasi Pelajar Menengah Atas Jadi Pemilih Pintar
T.BALAI: koranmedan.com.id
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungbalai melalui Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Nazmi Hidayat S, turut berpartisipasi dalam giat Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 bagi Pemilih Pemula di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Tanjungbalai, Senin (28/09/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Plt. Ketua KPU Tanjungbalai, Zainul Arifin Damanik didampingi anggota Ulil Amri dan jajaran sekretariat serta Kepala Sekolah dan para guru SMA Negeri 1 Kota Tanjungbalai.
Dalam giat tersebut, Koordiv HPPH melalui Staf Teknis Divisi, Tengku Aziddin, S.Pd., MM, menyampaikan materi tentang pentingnya menjadi pemilih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab melalui konsep “Pemilih Pintar” yang mencakup tiga hal antara lain pemilih anti-hoaks, anti-politik uang, dan siap memilih.
Para siswa yang notabenenya adalah bagian dari pemilih pemula diberikan pemahaman tentang pentingnya menyaring dan memastikan kebenaran informasi kepemiluan sebelum mempercayai maupun menyebarkan kembali kepada pihak lain.
Paparan yang disampaikan Divisi HPPH Bawaslu Tanjungbalai tak lupa mengajak peserta memahami bahwa politik uang merupakan praktik yang dapat merusak kualitas demokrasi, sehingga pemilih pemula diharap mampu menolak segala bentuk pemberian atau iming-iming yang berkaitan dengan pilihan politik (hak konstitusional) serta berani menjaga hak pilihnya secara mandiri dan bertanggung jawab.
Selain itu, peserta juga diberikan asupan pemahaman mengenai kesiapan menjadi pemilih, mulai dari mengenali hak dan kewajiban sebagai pemilih, memahami informasi kepemiluan, hingga menggunakan hak pilih secara sadar dan berdasarkan pertimbangan yang rasional.
Melalui giat Pendidikan Pemilih Berkelanjutan segmen pelajar SMA/SMK/MA sederajat tersebut, Bawaslu dan KPU Kota Tanjungbalai berharap pemilih pemula dapat menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat di tengah masyarakat dan mampu memahami literasi kepemiluan sejak dini sehingga lahir generasi pemilih yang kritis, berintegritas, serta turut menjadi pengawas partisipatif dalam mengawal proses demokrasi dimasa mendatang.
Kegiatan dimaksud menjadi bagian penting dari komitmen dan upaya bersama antara penyelenggara pemilu dan berbagai pihak dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mewujudkan pemilu yang demokratis, jujur, adil, dan bermartabat hingga akar rumput.*** (Ril/War)
