Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero) Eka Pebriansyah bersama jajaran manajemen, perwakilan pemerintah daerah, BRI, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), OJK, Bank Indonesia, dan mitra UMKM, Kamis (24/9/2026) saat meresmikan “The Gade Preneur Space” ke-6 di Banda Aceh, Provinsi Aceh.
Pengamat: Untuk Hidupkan UMKM di Sumut, Ruang-Ruang Preneur Space Perlu Diupayakan Gubernur Bobby
MEDAN: koranmedan.com.id
Ruang-ruang atau cluster Kolaborasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Utara seperti “The Gade Preneur Space” yang digagas PT. Pegadaian (Persero) di Banda Aceh, menurut pengamat ekonomi Fahmi, SE perlu dihidupkan Gubernur Sumut M.Bobby Afif Nasution di seluruh kabupaten/kota di Sumut.
“Tujuannya untuk menghidupkan rutinitas produksi UMKM yang selama ini sangat diharapkan para pelaku usaha,” usul Fahmi, SE kepada Koranmedan.com.id, Rabu (30/9/2026).
Seperti diketahui, kata Fahmi, Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian Eka Pebriansyah bersama jajaran manajemen, perwakilan pemerintah daerah, BRI, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), OJK, Bank Indonesia, dan mitra UMKM, Kamis (24/9/2026) lalu telah meresmikan “The Gade Preneur Space” ke-6 di Banda Aceh, Provinsi Aceh.
“The Gade Preneur Space” menjadii ruang inovasi, kolaborasi, pelatihan, dan inkubasi bagi pelaku UMKM. Ruang-ruang seperti itu sangat prospektif dihadirkan di setiap kabupaten/kota,” ungkap Fahmi.
Diketahui, peresmian “The Gade Preneur Space” pada Kamis, 24 September 2026 itu berada di Jl. Sudirman No. 51, Desa Geuceu Iniem, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan program Gade Preneur yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM, memperluas akses pasar, meningkatkan literasi keuangan, serta membangun ekosistem usaha yang saling terhubung.
Berdasarkan paparan pihak PT. Pegadaian disebutkan, “The Gade Preneur Space” memiliki tiga fungsi utama dalam mendukung pengembangan UMKM.
Pertama, sebagai ruang pamer produk atau commercialization hub yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan sekaligus membantu memasarkan produk-produk lokal. Ruang tersebut menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan eksposur produk UMKM kepada masyarakat dan calon konsumen.
Dengan hadirnya “The Gade Preneur Space”, PT Pegadaian membuka ruang yang dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai unsur pendukung usaha.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi tempat bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pembinaan, memperkenalkan produk, membangun jejaring, mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas, serta membuka peluang kolaborasi.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, “The Gade Preneur Space” diharapkan tidak hanya menjadi ruang fisik bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi titik temu bagi inovasi, pembinaan, pemasaran, dan pengembangan jejaring usaha.
Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Pegadaian dalam memperkuat ekosistem UMKM di suatu kawasan melalui sinergi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat
Sementara SEVP Micro Business Empowerment PT BRI (Persero) Tbk Muhammad Candra Utama gang hadir saat itu, turut menyampaikan pentingnya sinergi dalam mendorong pengembangan usaha mikro.
Menurut pokok penyampaiannya, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan yang berkelanjutan dan tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan. Pelaku usaha juga membutuhkan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan bisnis, literasi keuangan, pemasaran, serta akses terhadap jaringan dan ekosistem usaha.
Kolaborasi antar-lembaga dinilai dapat memperluas ruang pendampingan bagi pelaku UMKM sehingga mereka memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan kapasitas dan memperluas jaringan usaha.
Penguatan ekosistem UMKM melalui “The Gade Preneur Space” tersebut juga melibatkan unsur BRI dan BUMN PT Permodalan Nasional Madani (PNM).*** (Zulmar)
