JATMAN Sumut Ingin Menjadi Mata Air di Tengah Masyarakat
SIMALUNGUN: koranmedan.com.id
Diketahui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memiliki Badan Otonom (Banom) sebanyak 14 bidang, ada yang berbasis usia dan kemasyarakatan, ada yang berbasis profesi dan kekhususan salah satunya JATMAN singkatan dari Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah. Badan ini menjadi pelaksana kebijakan NU dalam pengembangan Tasawuf dan Tarekat. Mensyiarkan thariqah untuk melahirkan kemaslahatan.
Cikal bakal organisasi JATMAN bermula dari Jam’iyyah Ahli Thariqah yang didirikan pada 10 Oktober 1957 (20 Rajab 1377 H) di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.
Diresmikan dan disahkan sebagai badan otonom NU melalui Muktamar ke-26 NU di Semarang pada Juli 1979 dan Surat Keputusan PBNU Nomor: 137/Syur.PB/V/1980.
Para Rois Aam Jatman dari masa ke masa
KH. Muslih bin Abdurrahman 1979-1981
KH. M. Awani Amin 1984-1989
KH. M. Adlan Aly 1989-1990
KH. Ahmad Muthohar 1990-1999
Habib Luthfi bin Yahya 2000-2023
KH. Achmad Chalwani Nawawi 2025-2030.
Dalam sambutan dan arahan Sekretaris Umum Idarah Aliyah JATMAN Pusat Dr. KH. Ali M. Abdillah, MA pada sidang Musda Jatman Sumut Sabtu Petang 17 Oktober 2026 mengatakan Musda dilangsungkan menyahuti nomenklatur hasil Kongres Jatman XIII di Boyolali, Solo Raya dan bermaksud melakukan penyegaran, termasuk perubahan dalam penyebutan istilah dalam komposisi susunan pengurus dari Mustafaḍ (Penasehat), Ifaḍiyyah (Pemimpin), Imḍaiyyah (Pelaksana), dan terdiri dari 18 Lajnah (perangkat organisasi).
Program khusus Jatman antara lain melaksanakan: a. Istighatsah; b. Manaqib; c. Tawajuhan; d. Mubahatsah Masailul Sufiyah; e. Musyawarah Mursyidin; dan f. Multaqa Qiyadah al-Sufi al-‘Alami
Diketahui, ungkap Skretaris Jatman Demosioner yang juga Ketua Panitia Musda Sumut Ustadz Dr. H. Endi Marsal Dalimunthe, sekarang ini, sesuai arahan pusat, ada tiga program unggulan Jatman:
Pertama; Memperkokoh Amaliyah Thoriqah, Kedua; Gerakan Spiritual di seluruh jajaran Pemerintahan, ketiga; Membangun organisasi yang mandiri.
JATMAN akan berkolaborasi menjadikan gerakan spiritualitas di seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari lembaga Ke-Presiden-an sampai tingkat kecamatan.
Manakala ada peringatan 17 Agustus, diawal memasuki bulan Agustus, ingin bekerjasama dengan lembaga kepresidenan di Istana Negara dapat melangsungkan istighosah, dan ini menjadi munajat bangsa bagi kebesaran dan kesejahteraan bangsa Indonesia di momen 17 Agustus.
kedepannya kegiatan istighosah akan dilantunkan saat ulang tahun provinsi dan atau tingkat kabupaten/kota.
Apabila ulang tahun provinsi atau kabupaten adalah munajat kepada Allah, munajat akbar untuk memohon kepada Allah SWT.
Kemandirian JATMAN sebagai organisasi Banom. Artinya membangun struktur konsolidasi struktural dari pusat ke daerah sampai ke tingkat kecamatan ungkap Endi.
Menjadi program unggulan sekaligus hasil rumusan dari kongres JATMAN adalah mendukung setiap program pemerintah.
Kegiatan Musda selain dihadiri oleh Pengurus Idarah Wustha Jatman Provinsi Sumut juga dari Pengurus Furuiyah Kabupaten/Kota. Hadir juga dari perkumpulan lintas Tarekat dan Persulukan di Sumatera Utara, dan masyarakat Umum.
Selain unsur Forkopimda Kab. Simalungun, Kakan Kemenag Simalungun, juga Ormas Islam yang ada di Simalungun dari MUI, Alwashliyah, Dewan masjid Indonesia, BKPRMI, GP Alwashliyah, GP Muhammadiyah, dan Generasi Muda Islam Simalungun (GEMAIS).
Turut hadir pada kegiatan Musda dari MUI Sumut, rombongan dari
Bidang Kerukunan antar Umat Beragama Drs. H. Mhd Hatta Siregar, SH, M.Si
sebagai ketua, Drs. H. T. Darmansyah, MA sekretaris dan Syahrul, M.Pd staf dari MUI Sumut.
Dalam sambutan MUI oleh Kiyai Mhd Hatta Siregar menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada Jatman Sumut, ke ldepan dapat berperan lebih besar, selain menghimpun tarekat juga mengawasi dan membenahi tarekat dan persulukan, serta bersinergi dengan seluruh ormas Islam, karena terjadinya penyimpangan dalam pengamalan ajaran tarekat, Jatman harus hadir meluruskannya di Sumut.
Pada Rapat Pleno AHWA memperoleh hasil tim tujuh (7) sebagai berikut: 1. Buya Erayadi, MPd, 2. Syekh Dr. H. Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk, MA 3. Buya Dr. Munawar Khalil, MPdI, 4. Assoc Prof. Dr. Bachtiar Siregar, MPd, 5. Buya Dr. H. Endi Marsal Dalimunthe, M.Pd 6. Kiyai Nazrial Amin, MA dan 7. Tuan S. M. Hermawan.
Pada rapat lanjutan tim tujuh melakukan musyawarah tertutup penentuan Rois dan Mudir Jatman Sumut yang baru. Hasil musyawarah dengan mengangkat dan memberi kepercayaan kepada Assoc. Prof. Dr. H.M. Isa Idrawan, MM sebagai Rois (Penasehat) dan kepada Syeikh Dr. H. Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk, MA sebagai Mudir (Ketua Pelaksana Harian) Jatman pengurus baru ditingkat Idarah Wustha Provinsi Sumatera Utara.
Selanjutnya kepengurusan idarah wustha Sumatera Utara akan dilengkapi dalam masa tempo paling lama satu bulan sejak Musda berlangsung untuk dilaporkan kembali kepada pengurus pusat Idarah ‘Ali .
Selanjutnya diimbau kepada seluruh tokoh masyarakat dari lintas tarekat, pemerhati, akademisi tasawuf kesufian yang mau berperan serta aktif dalam membumikan ihsan (aspek spiritual dan puncak kebaikan) selaku satu dari tiga pilar utama ajaran agama Islam, bahkan sebagai tingakatan tertinggi dalam beragama Islam dapat segera menghubungi Ustadz Dr. H. Endi Marsal Dalimunthe, M.Pd selaku Ketua Panitia.
Dalam sambutan pertama Mudir baru Jatman Sumut Syeikh Dr. H. Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk, MA menyampaikan di hadapan peserta Musda bahwa visi misi Jatman harus terus kita bumikan, Jatman harus menjadi mata air bagi seluruh lapisan masyarakat di Sumatera Utara, khususnya ummat Islam, harap Mudir yang juga pemimpin Pondok Persulukan Serambi Babussalam Nagori Jawa Tongah Kecamatan Hatonduhan Kabupaten Simalungun.*** (ms2)
