
JAKARTA (Komen) – SDGs Desa yang digagas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) saat ini memasuki tahap pengukuran. Hal ini penting diketahui masyarakat, karena SDGs Desa mampu berkontribusi hingga 74% bagi SDGs Nasional.
“Diharapkan pengukuran dan perbaikan SDGs Desa mengangkat ranking pembangunan Indonesia yang berperikemanusiaan, yang saat ini masih pada posisi 101 dari 116 negara,” kata Menteri Desa PDTT H. Abdul Halim Iskandar yang akrab disapa Gus Menteri dalam keterangan pers secara virtual di Jakarta, Kamis (10/12/2020).
Dikatakan Gus Menteri, peran desa semakin dominan selama pandemi Covid-19, yang diperkirakan masih berlangsung sampai akhir tahun depan.
Padat Karya Tunai Desa (PKTD), kata Gus Menteri, diharapkan mampu menahan pengangguran desa hingga naik pada batas 600.000 penganggur, padahal di kota pengangguran naik sampai 2 juta jiwa pada Agustus 2020.
“Begitu juga pertumbuhan ekonomi pertanian di desa tetap positif hingga triwulan ke 3, padahal sektor ekonomi lain masih berkontraksi. Setidaknya 35% keluarga terbawah di desa dipayungi jaring pengaman sosial, melebihi proporsi kemiskinan perdesaan yang terukur 13% pada Maret 2020,” ujarnya dalam keterangan pers yang dipandu Kapusdatin Kemendesa PDTT, Ivanovich Agusta.
Lebih lanjut dikatakan Gus Menteri, kini Kementerian Desa PDTT mulai melatih pendamping, agar bersama-sama pemerintah desa memulai mengambil data SDGs Desa pada level desa, rukun tetangga, keluarga, dan individu.
Updating data selanjutnya, kata Gus Menteri, dijalankan tiap semester. Instrumen pengukuran sudah diuji coba dengan reliabilitas mencapai 0,955 atau hampir sempurna menjemput realitas lapangan, dengan seluruh pertanyaan valid menurut ukuran validitas internal dan eksternal.
“Ini pekerjaan besar terbaru bagi desa dan akan terus berlangsung sampai tahun 2030,” pungkas Gus Menteri. *** (Zul Marbun)