
ilustrasi
Oleh: Zul Marbun, WKU
(Koranmedan.Online)
Makna Tadabbur Alam adalah untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sehingga tadabbur alam termasuk bagian dari ibadah.
Dalam Al-Qur’an Surat Al-Imran ayat 190 Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (ayat-ayat kauniyah) bagi orang yang berakal”.
Saat ini berwisata memang kesannya menjadi hal yang jauh dari nilai-nilai Islam. Berwisata sekedar hanya mengisi waktu libur, foya-foya, dan senang-senang, juga di sertai dengan banyak aktifitas yang melanggar ketentuan Islam. Diantaranya banyak yang mengumbar aurat, bercampur baur pria dan wanita, minum-minuman keras, judi, zina, dan lain-lain yang berbau maksiat/dosa.
Berbeda halnya dengan berwisata dalam pandangan Islam. Tentu makna dari tadabur alam ini berbeda yaitu untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan. Memahami tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah dengan melihat beragam ciptaannya. Cukup kita memperhatikan tiga unsur yang dapat dijangkau oleh akal yaitu Alam Semesta, Manusia dan Kehidupan. Bukti bahwa segala sesuatu mengharuskan ada sang pencipta dialah Allah SWT. Sejatinya ketiga unsur tersebut bersifat terbatas, lemah, serba kurang.
Dengan tadabbur alam bersama keluarga atau sahabat, melihat laut yang luas, bergemuruhnya ombak, beragam jenis-jenis ikan itu bisa meningkatkan keimanan. Oleh karena itu dalam Al-Qur’an terdapat ajakan untuk mengalihkan perhatian manusia terhadap benda-benda yang ada, agar dapat membuktikan adanya Allah SWT.
Dengan mengamati benda-benda tersebut, bagaimana satu dengan yang lain saling membutuhkan, akan memberikan suatu pemahaman yang meyakinkan dan pasti, akan adanya Allah Yang Maha Pencipta lagi Maha Pengatur.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda (ayat kauniyah) bagi orang yang berakal (QS. Ali Imran: 190).
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah diciptakan-Nya langit dan bumi serta berlain-lainnannya bahasa dan warna kulitmu,” (QS. Ar-Rum: 22)
Inilah makna tadabbur alam yang sebenarnya cukup dengan memperhatikan dan memfokuskan benda-benda di sekitar. Seraya mengajak siapa saja turut mengamati dan memfokuskan perhatian terhadap benda-benda tersebut dan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya.
Namun diingatkan, dalam bertadabbur alam atau musafir jangan melupakan sholat 5 waktu sebagai kewajiban. Ketika waktu sholat tiba alangkah eloknya singgah sejenak ke masjid. Setelah sholat perjalanan dapat dilanjutkan. Ini juga bagian dari tadabbur, karena biasanya masjid-masjid di lintasan wisata dibangun indah-indah.
Rasulullah SAW saat keluar dari rumah Maimunah beliau mengarahkan pandangannya ke langit seraya berdoa: “Allahumma Inni A’udzu bika An Udhilla au udhalla. Au uzilla au uzala. Au ajhala au yujhala alayya. Au udzlima au udzlama.”(Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat sesat atau disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari kebodohan atau dibodohi, dari berbuat dzalim atau didzalimi). (HR. At-Thabrani).
Semoga bermanfaat. Nun walqalami wama yasturuun. Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.***