
Oleh : Muhammad Sontang Sihotang, S.Si., M.Si., Ph.D & Dra. Dara Aisyah, M.Si., Ph.D.
(Koranmedan.Online)
Peristiwa yang terjadi sewaktu jantung buatan terpasang pada pasien Prof. Jeffrey H Schwartz, tiba-tiba pasien berkata, “Perasaanku telah berubah. Saya tidak mampu mengetahui apa yang saya benci dan apa saya cintai. Bahkan saya merasakan ada peristiwa lain dalam diri saya. Yang lebih terkejut lagi saya tidak punya rasa apapun kepada cucu-cucu saya.” (Washington Post 11/8/2007).
Keluhan tersebut dilaporkan pada Prof. J. Schwartz, namun ilmuwan tersebut, tidak memahami fenomena ini dan rahasia di balik perubahan psikologis tersebut.
Prof Arthur Caplan (2010) , Kepala Etika Medis di Universitas of Pennsylvania berkata “Ilmuwan biasa memperlakukan tubuh manusia, ibarat sebuah mesin dan kami tidak pernah memperhatikan mengenai relasi antara perasaan dengan organ tubuh ”.
Beradasarkan kejadian tersebut, DR J. Andrew Armour (2016) memastikan adanya sebuah otak yang sangat rumit di dalam jantung. Otak di dalam Jantung terdiri dari 40.000 neuron, bekerja dengan presisi yang sangat tinggi untuk mengendalikan detak jantung, memproduksi hormon dan menyimpan informasi. Selanjutnya informasi dari jantung dikirim ke otak.
Heart Math Institute (2016) telah banyak melakukan banyak percobaan untuk membuktikan bahwa organ Jantung memancarkan getaran gelombang elektromagnetik yang mempengaruhi organ Otak manusia. Semakin banyak Jantung berdetak maka semakin banyak pula gelombang di transmit dari Otak.
Mereka yang juga ilmuwan / peneliti di Heart Math Institute menemukan bahwa relasi antara pusat Jantung dan gelombang yang dipancarkan dari Otak (gelombang Alfa). Itu sebabnya manusia dapat berkomunikasi dengan jantungnya tanpa berbicara.
Rollin McCraty (2016) , melakukan penelitian di Heart Math Institute sangat mengagumkan. Mereka menemukan bahwa saat berbicara atau bersentuhan dengan orang lain, maka akan terjadi perubahan di dalam Jantung, karena ada pengaruh aktivitas otak dari manusia.
Sekarang ini, para ilmuwan Heart Math Institute bekerja membangun banyak pusat penelitian yang mempelajari hubungan antara Jantung dan Otak. Hubungan antara Jantung dan Kecerdasan Kognitif dan operasional Psikologis. Kecepatan detak jantung dapat berubah bergantung kepada keadaan psikologis dan emosi kita.
Rollin McCraty dan Mike Atkinson (2004) melakukan penelitian yang dipublikasikan di pertemuan tahunan Pavlovian Society. Mereka telah menemukan bahwa Jantung memancarkan Medan Listrik yang kuat yang mengendalikan seluruh tubuh manusia. Mereka menemukan adanya hubungan antara Jantung dan Kesadaran. Mereka membuktikannya dengan mengukur aktivitas elektromagnetik Jantung dan Otak pada saat orang berusaha memahami sesuatu. Mereka menemukan bahwa saat performa Jantung pada level rendah, Kesadaran pun akan rendah. Informasi ini memegang peranan vital dalam kesadaran dan pemahaman. Oleh karena itu, Jantung mempengaruhi kesadaran dan pemahaman manusia.
DR. Paul Pearsall (2016), setelah melakukan banyak penelitian, berkata, “ Jantung dapat merasa dan mengingat serta ia dapat pula mengirimkan getaran untuk berkomunikasi dengan jantung-jantung manusia lainnya.
Di dalam bukunya, Dr Paul menulis ; “Saat tiba-tiba anda merasa gembira atau sedih, anda menempelkan tangan di dada tanpa anda sadari . (The Heart’s Code, 1999.) Organ Jantung juga membantu pengaturan Immunitas tubuh. Beberapa peneliti bertanya mungkinkah ingatan tetap di lubuk jantung terdalam ?.
Organ Jantung mengirim informasi ke otak. Sekarang, para peneliti Heart Math Institute memastikan bahwa organ Jantung dengan pengaturan harmonisnya mengendalikan seluruh tubuh. Hal yang dianggap sebagai metode menghubungkan semua sel saat darah mengalir ke setiap sel kemudian memberi makan tidak saja dengan Oxygen tapi juga informasi.*** (Bersambung)….
Sumber : https://www.heartmath.org/research/
