
Menteri Desa PDTT, H. Abdul Halim Iskandar
Jakarta (Koranmedan.Online) – Kemarin Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pandemi Covid-19 meningkatkan kemiskinan, namun desa berhasil menahan kemiskinan hingga separuh dari kota. Sepanjang Maret-September 2020, kemiskinan kota naik 880 ribu orang (meningkat 0,5% poin), padahal di desa naik 250 ribu (0,38% poin).
Resiliensi 74.961 desa di tengah pandemi itu tidak terlepas dari peran penting 35.350 pendamping desa. “Mereka mendata, mengajak warga membangun, dan sigap mendukung inovasi desa. Dan, di awal tahun 2021 ini pendamping telah mengawal PPKM level RT dan RW di desa-desa,” kata Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) H. Abdul Halim Iskandar yang akrab disapa Gus Menteri dalam keterangan secara virtual kepada wartawan dari Jakarta, Selasa (16/2/2021).
Terkait hal itu, kata Gus Menteri, Kementerian Desa PDTT telah menyiapkan aplikasi Laporan Harian Pendamping, yang memotret, mengunggah catatan pendamping dan hasil pembangunan desa, hingga menentukan kinerja bulanan.
Pendamping, kata Gus Menteri, tidak perlu repot menulis laporan bulanan, karena seluruhnya dikerjakan sistem informasi. Maka, mulai 2021 pendamping bisa fokus pada kerja lapangan pemberdayaan warga dan pemerintah desa. Ini ditunjang pelatihan besar-besaran pendamping; agar kuat dan menjadi kunci peningkatan efektivitas dana desa.
Bahkan, lanjut Gus Menteri, untuk pendamping, kepala desa, perangkat desa, dan pengurus Bumdes yang berprestasi telah dibuka peluang menimba ilmu pengetahuan yang relevan di kampus hingga sarjana dan pascasarjana (S2).
“Afirmasi peningkatan kualitas diri ini bisa dipenuhi dengan penyetaraan pengalaman dan prestasi menjadi SKS kuliah. Ini akan terlaksana awal tahun ajaran baru Agustus 2021,” papar Gus Menteri. *** (Zul Marbun)
