
Kepala BPBD Kabupaten Toba dr. Pontas Batubara.
Toba (Koranmedan.Online ) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba dr. Pontas Batubara ambil alih dalam pencarian korban hanyut Pargaulan Hutagaol (55) di Sungai Asahan sejak Selasa (2/3/2021) hingga Rabu (3/3/2021). Kejadian yang bermula saat warga Dusun Parsaoran, Desa Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba ini pergi menjala ikan dan akhirnya hanyut di Sungai Asahan. Jasad Pargaulan Hutagaol ditemukan dengan jarak 25 kilometer dari lokasi kejadian pada Rabu (03/03/2021) di Dusun Batu Tolu, Desa Ujung Batu, Kecamatan Bandar Pulo, Kabupaten Asahan.
Sebagai pimpinan, ia juga melihat medan pencarian amat susah khususnya arus air di Sungai Asahan yang sangat deras. Di sisi lain, pihaknya juga tidak memiliki alat yang mumpuni selama pencarian.
“Kita sepakat bahwa BPBD Toba sebagai pengambil alih pencarian untuk melakukan koordinasi sesama stakeholder untuk mencari korban. Kesulitan utama adalah derasnya arus air Sungai Asahan yang membuat para petugas kita mesti super hati-hati. Dan, itu tetap saya katakan agar keamanan mereka yang paling utama. Selain itu, peralatan kita yang kurang mumpuni sementara medan yang kita lalui berbahaya sekali. Inilah yang menjadi kesulitan kita,” ujar Kepala BPBD Pontas Batubara saat dikonfirmasi Koranmedan.online di Kantor BPBD Kabupaten Toba, Kamis (4/3/2021) Dinihari.
Setelah pencarian selama dua hari yang dimulai dari Selasa (02/03/2021) hingga Rabu (3/3/2021) ini dapat hasil berbuah manis. Ia menyampaikan bahwa walau mereka mengalami banyak kesulitan, namun Tuhan berpihak pada mereka. Sebagai pengambil alih, ia langsung membuat langkah strategis agar pencarian dapat berjalan dengan lancar.
Satu hal yang membantu mereka dalam pencarian adalah keikutsertaan para anggota arum jeram setempat yang mengerti medan pencarian. Terlihat, batu-batu besar dan aliran air yang sangat deras membuat para pencari alami kesulitan. Bahkan anggota arum jeram yang ikut serta dalam pencarian tersebut mengakui bahwa pihaknya mengakui banyak kesulitan secara khusus banyaknya arum yang sangat sulit di lalui.
Ia juga mengakui bahwa di hari pertama pencarian, koordinasi masih kurang sehingga kesannya mereka tidak solid dalam pencarian. Setelah melihat kondisi yang relatif runyam tersebut, ia mengambil alih komando dan segera menyampaikan strategi pencarian.
“Kalau untuk yang kemarin, kami gunakan perahu karet kami satu kemudian dari arum jeram ada dua dan dari teman basarnas itu ada satu. Hari pertama kita ke lokasi, belum Nampak koordinasi sesama anggota yang ikut mencari sehingga lebih pada cari masing-masing itu terjadi di lapangan,” sambung Pontas Batubara.
“Setelah kita melihat kondisi ini, saya sendiri mengambil inisiatif untuk mengumpulkan teman-teman dan akhirnya koordinasi pun dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Setelah pencarian, korban hanyut Pargaulan Hutagaol ditemukan di Dusun Batu Tolu, Desa Ujung Batu, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan yang berjarak sekitar 25 kilometer dari lokasi jatuhnya korban tersebut. Setelah dua hari pencarian, pihaknya mendapatkan jasad Pargaulan Hutagaol dalam keadaan telanjang.
Badan korban juga terlihat gembung dan penuh air. Setelah di areal rumah duka, para petugas memandikannya. Sebelumnya, petugas juga membawa jasad korban ke puskesmas terdekat di Bandar Pulo yakni Puskesmas Aek Songsongan yang berada di jalan Lintas Sugura-gura, Aek Songsongan. (DNM)
