
Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si.
Medan (Koranmedan.Online) – Menjelang diselenggarakannya Musyawarah Daerah (Musda) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Medan pada tanggal 9-10 April 2021, Alumni HMI Komisariat FMIPA USU menggelar 2 kegiatan Pleno Terbuka secara virtual berupa Dialog Interaktif yang berlangsung tanggal 3 April serta Webinar Nasional: “Perspektif Rumah KAHMI Medan Masa Depan” pada tanggal 5 April 2021.
Sebagai salah satu Komisariat HMI terbesar di Kota Medan yang memiliki lebih dari 2.000 alumni tersebar di seluruh pelosok nusantara, perhelatan Pleno Terbuka itu sangat mendapat perhatian. Hal ini karena munculnya semangat baru dan kecintaan terhadap HMI.
Demikian press rilis yang diterima Koranmedan.Online via Dosen FMIPA USU Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si, Ahad (4/4/2021).
Tujuan utama dari 2 kegiatan tersebut yakni mempertajam visi dan misi bagi mengusung Dr. Muhammad Furqan Amal, SSI., SH.,Mcomp.Sc (Alumni HMI Komisariat FMIPA USU) untuk menjadi Ketua Majelis Daerah KAHMI Medan periode mendatang, kegiatan tersebut juga kental akan nuansa Silaturahmi dan pertemuan keluarga besar abang dan adik yang telah sekian lama tidak bertemu.
Pada Dialog Interaktif yang mengangkat tema Rumah Kahmi Berbasis IT (Information Technology ) tampil sebagai pembicara kandidat calon ketua MD Kahmi Medan Dr. Muhammad Furqan Amal, SSI., SH.,MComp.Sc dengan pembanding utama Dra. Ratna Askiah Simatupang, MSi., Harliansyah, Ph.D dan M. A. Hendy Damanik, MM., Ph.D (berhalangan). Dalam pemaparannya Furqan menggaris bawahi dan koreksi atas keberadaan Kahmi Medan masa kini dan tetap hormat pada masa lalu serta optimis masa datang. Sebagai organisasi intelektual muslim yang memiliki banyak kader profesional maka format perjuangan dakwah dan layanan KAHMI masa datang harus berbasis IT.
Ratna Askiah Simatupang yang merupakan Ketua Kohati FIPIA (sebelum FMIPA) USU dan salah satu tokoh alumni senior menyoroti pentingnya peran aktif alumni HMI untuk tetap membimbing adik-adiknya sebagai “Berkebutuhan untuk Melengkapi” sesuai keahlian yang dimiliki. Sementara itu pembanding utama kedua, Harliansyah, Ph.D yang merupakan Ketua Umum HMI Komisariat FMIPA USU Periode 1988-1989 menyoroti Masa Depan HMI dalam Hikmah Keragaman. Lewat Musda Kahmi kali ini, kader HMI harus lebih menemukenali posisinya terkait dengan apa yang terjadi di dunia global saat ini.
Seiring perjalanan waktu dan perubahan global yang tengah terjadi di mana manusia akan tergantikan mesin atas nama kebebasan dan individualisme dari Homo Sapiens menjadi Homo Deus, maka muncul pertanyaan mendasar bagi setiap diri kader HMI : Akan ke manakah kita pergi menyikapi masa depan ini Beradaptasi atau Musnah?.
Boleh jadi Nilai-Nilai Perjuangan HMI yang telah digadang-gadangkan sebelumnya justeru mengalami degradasi sehingga membuat hidup kita lebih buruk dan lebih kelabu. Di tengah masalah yang beragam ini, akankah kader HMI mampu menyeimbangkan antara kebutuhan spritual dan material mengikuti gelombang globalisasi dan inovasi baru.
Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab oleh setiap kader HMI adalah menyangkut seberapa besar kontrol yang diterapkan di tengah masyarakat yang semakin pluralis.
Selama kurun waktu setahun ini (2019-2020) kita berada di era Pandemi akibat mewabahnya virus SARCOV 2. Akibatnya aktivitas perkantoran, akademik, perdagangan lebih di dominasi secara virtual yang di akses melalui on line. Boleh jadi era inilah yang dimaksud dengan industri 4.0. Pada sistem industri 4.0 di mana perubahan besar terjadi secara otomatisasi dengan pengolahan data secara interactive on line communication menggunakan interconnected network (internet), maka tentu saja keadaan ini membuka tabir bagi segenap derap aktivitas HMI untuk ikut juga melakukan pengkaderannya secara virtual seperti saat ini. Namun ditinjau dari administrasi dan legasi, keberadaan sistem digital berbentuk virtual perlu mendapat penyesuaian untuk adaptasi.
Dalam keadaan ini faktor yang dianggap mampu menghubungkan agenda politik, gerakan sosial, proses pengambilan keputusan dapat dilakukan melalui internet dan media sosial. Untuk itulah penetapan visi menjadikankan rumah IT bagi kandidat Dr. Muhammad Furqan Amal, SSI., SH.,MComp.Sc dianggap relevan dan cukup inspiratif demikian papar Harliansyah, Ph.D yang juga dosen Pascasarjana Universitas YARSI Jakarta.
Selain dihadiri para alumni HMI Komisariat FMIPA USU dialog ini juga dihadiri tokoh HMI seperti Sujana Sulaiman (Kang Jana) dan Dr. Chazali Situmorang (Mantan Sekjen Kemensos) dan beberapa Guru Besar USU. Menurut rencana dialog ini dilanjutkan dengan Webinar Nasional yang mengangkat tema Perspektif Rumah KAHMI Medan Masa Depan dengan pembicara utama Dr. Viva Yoga Mauladi (Korpres Majelis Nasional KAHMI), Dr. Muryanto Amin (Rektor USU) disamping Dr. Muhammad Furqan Amal, SSI., SH.,MComp.Sc (Kandidat Ketua MD Kahmi) dan pembanding utama Dr. Chazali Situmorang dan Dr. M. Zahrin Piliang yang keduanya pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Medan. Rencananya Webinar nasional ini juga akan disebar ke seluruh jejaring media sosial HMI hingga di tingkat Nasional.*** (Rel/Zul Marbun)
