

Balige (Koranmedan.Online) – Sejumlah petani dari Kabupaten Toba Sumatera Utara diberangkatkan ke Kabupaten Bekasi, Kerawang untuk belajar bertani padi dengan menggunakan sistem jajar legowo. Saat pemberangkatan, Bupati Toba Poltak Sitorus menegaskan bahwa peserta yang ikut harus berupaya menyerap ilmu pertanian jajar legowo.
Dari penuturannya, Bupati Ir. Poltak Sitorus mengatakan, hingga saat ini Kabupaten Toba sanggup menghasilkan sekitar 6,1 ton gabah per hektar. Dengan adanya pelatihan khusus di pulau Jawa ini, ia berharap dapat meningkatkan produksi pada sekitar 20 hingga 30 persen per hektar.
“Program kita menjadikan produksi pertanian kita menjadi 8 ton per hektar, yang selama ini hanya 6,1 ton per hektar. Inilah tugas bapak/ ibu sekalian. Carilah keterampilan itu, dimana kelemahan kita, dimana keunggulan mereka di sana,” sambungnya.
“Pergi ke sana untuk menggali ilmu. Jangan kembali ke sini tanpa ada tambahan ilmu. Jangan kembali ke sini tanpa ada catatan yang akan kalian kerjakan di sini,” ujarnya dengan tegas di hadapan sejumlah petani yang diberangkatkan ke Kabupaten Bekasi pada Kamis (15/4/2021).
Para petani yang berjumlah 14 orang adalah orang-orang yang dipilih dari 16 kecamatan. Mereka akan belajar di sana selama 5 hari.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Toba melakukan terobosan di masa pandemi saat ini dengan tujuan pemulihan ekonomi. Pemilihan kawasan Bekasi menjadi tempat pelatihan penanaman padi jajar legowo setelah mengumpulkan informasi dari pihak DPR RI.
“Setelah kita kumpulkan saran-saran dari teman-teman, maka pada tanggal 23 yang lalu kita buatkan zoom bersama seorang profesor yang mengatakan bahwa mari kita bertani bukan dengan otot, tapi dengan otak,” ungkapnya.
Saat pemberangkatan, ia mengatakan kepada seluruh peserta bahwa tugas tersebut adalah berat dan akan dipertanggungjawabkan usai pelatihan dengan adanya praktek langsung.
“Tugas kalian berat, pulang dari sana kalian harus buktikan. Tidak ada waktu santai di sana, tidak ada waktu main-main. Ini kalian sudah punya ilmu pengetahuan dan sudah pernah bertani,” tuturnya
Secara tegas, ia menugaskan para petani tersebut agar sanggup menyerap ilmu pengetahuan di sana yang kemudian akan menjadi modal utama meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Toba.
“Jangan ilmu kita dari sini kita bawa ke sana, tapi ilmu mereka yang dari sana kita bawa ke sini. Karena kita masih banyak belajar dari mereka. Kami menanti kerja keras bapak/ibu di sana, jangan main-main di sana,” sambungnya.
“Pulang dari sana langsung presentasikan di sini. Kemudian nanti kita akan praktekkan di lapangan bulan Juli. Kita akan buat percontohan di masing-masing kecamatan,” pungkasnya.*** (DNM)
