Tidar dan Brantas Bersama Masyarakat Boikot Truck Angkut Galian C

TANJUNGBALAI: koranmedan.com
Aktivitas pengangkutan galian c (pasir) di Kota Tanjungbalai yang tidak ada habisnya terus saja menimbulkan pencemaran debu sehingga sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat.
Hal itu diungkapkan Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Almustaqim Marpaung selepas menggelar aksi unjuk rasa dan memboikot truck pengangkut material galian c tersebut di Jalan Anwar Idris yang mendapat pengawalan dari aparat kepolisian, Rabu (13/10/2021).
Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kota Tanjungbalai yang turun bersama Barisan Rakyat Anti Penindasan (Brantas) dan masyarakat setempat melakukan orasi sekaligus pemboikotan truck pengangkut pasir sebagai bentuk protes terhadap sikap pengusaha dan pemerintah yang seakan tutup mata atas efek dari aktivitas tersebut.
“Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas sikap acuh yang dipertontonkan pengusaha terkait dampak buruk dari aktivitas pengangkutan pasir di sepanjang Jalan Anwar Idris ini”, kata Almustaqim.
Senada, Vicky Suprayoto Ketua Brantas juga menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan dingin atas permasalahan ini mengingat tidak adanya tindakan tegas dari instansi terkait terhadap gejolak yang semakin tinggi.
“Kita butuh keseriusan aparat pemerintah dan pengusaha dalam menangani persoalan ini, mengingat debu yang setiap saat dihirup masyarakat dan pengguna jalan dapat menimbulkan penyakit,” jelas Vicky.
Disamping itu masyarakat juga was was dengan hilir mudik truck tersebut yang terkadang melaju dengan kecepatan tinggi (diluar batas kewajaran) sehingga dikhawatirkan menimbulkan potensi kecelakaan mengingat beberapa zona sekolah ada di Jalan Anwar Idris.
Sebelumnya, pada 20 September 2018 silam pihak Kepolisian bersama Pemerintah Kota sempat melakukan pembahasan untuk kesepakatan bersama terkait aktivitas pengangkutan material, galian c / pasir yang dihadiri Satlantas Polres Tanjungbalai, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Bina Marga dan Pengusaha Galian C, namun masalah pencemaran debu tak kunjung tuntas.*** (Nazmi Hidayat S)
