Wali Kota Medan dan Gubsu Diharapkan Bersama-sama Majukan PSMS

MEDAN: koranmedan.com
Satu kerinduan hadir dari sejumlah stakeholder dan insan pecinta sepak bola Kota Medan agar PSMS Medan bisa kembali mengulang kejayaannya, seperti merajai era perserikatan pada 1967 hingga 1985 silam.
Sehingga hadirlah satu komitmen dari sejumlah stakeholder, insan pecinta sepak bola, pengurus klub, mantan pemain, suporter hinggan insan media, dimana saat ini sudah selayaknya PSMS dikelola secara bersama oleh kaum muda serta secara profesional hingga terciptanya satu tujuan bersama menciptakan sepak bola masa kini yakni menjadi satu industri.
Nawacita itu tak lepas menilik tiga klub Liga II 2021 yakni Persis Solo, Rans Cilegon FC dan Dewa United, yang sukses promosi ke kasta sepak bola tertinggi Indonesia, Liga 1 musim depan. Sementara PSMS masih berkutat di Liga 2 sejak 2019, pasca degradasi dari Liga 1 2018 lalu.
Komitmen bersama ini pun terbangun dalam satu diskusi publik ‘PSMS Reborn’ mengangkat tema peran pemuda dalam tata kelola PSMS dengan lebih meningkatkan mutu dan profesionalisme di Stadion Cafe, Sabtu (12/2/2022) petang.
Hadir sejumlah pemateri dalam diskusi ini yakni tokoh pengusaha muda Sumatera Utara sekaligus Ketua Umum BPD HIPMI Sumut, Ade Jona Prasetyo, Ketua Umum Askot PSSI Medan, Iswanda Ramli, legenda sekaligus mantan pemain PSMS, Tumsila, serta perwakilan SIWO PWI Sumut, Deking Sembiring.
“Harapan kita bersama, Askot PSSI Medan, pengusaha muda, pemerhati, mantan pemain, pengurus klub, suporter dan insan pers, saat ini PSMS bisa dikelola secara bersama oleh bapak Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) dan Wali Kota Medan. Agar ke depan PSMS bisa lebih profesional dan menjadi klub industri hingga mampu kembali ke era kejayaannya lagi. Dan ini tentu menjadi mimpi kita bersama,” kata Iswanda Ramli, dalam keterangan pers usai diskusi.
Sementara Ketua Umum BPD HIPMI Sumut, Ade Jona Prasetyo, berharap tidak ada lagi ego sektoral dan apapun lainnya demi memajukan bersama klub tercinta dan kebanggaan Kota Medan, PSMS Medan.
“Ini bentuk strategi yang nantinya akan kami bahas sebagai calon investor dan kawan-kawan pengusaha semua. Tapi yang pasti sekarang ini kami dari pengusaha muda berharap Wakil Ketua Umum DPP HIPMI, yang juga bapak Wali Kota Medan untuk dapat mengambil langkah yang tepat untuk bisa mengelola PSMS ini ke depan,” harapnya.
“Kami HIPMI taat dengan senior, juga kami di HIPMI memiliki sifat saling bergotong royong bersama demi memajukan industri sepak bola yang ada di Kota Medan. Jadi tahun 2022 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan PSMS dan ini adalah harapan kita bersama,” sambungnya.
Lanjut Ade Jona yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengkot PBSI Medan ini berharap Gubernur Sumatera Utara membuka lebar tangannya agar menutup keinginan mulia ini dapat terwujud secepatnya.
“Makanya kita harus solid supaya Bapak Gubsu mau mendengar aspirasi terhadap kaum muda yang ingin membuat suatu perubahan yang lebih baik terhadap klub sepak bola di Kota Medan, khusunya PSMS Medan,” pungkas Ade Jona.
Diiketahui, Gubsu H. Edy Rahmayadi merupakan pembina dari PSMS Medan. Selain itu mantan ketua umum PSSI pusat itu diketahui memiliki saham mayoritas PSMS sebanyak 51 persen dan sisanya 49 persen dimiliki Ketua Asprov PSSI Sumut, Kodrat Shah.
Sementara, Wali Kota Medan M. Bobby Nasution beberapa waktu lalu diberitakan cukup tertarik untuk mengelola PSMS Medan, setelah adanya keinginan besar dari masyarakat dan insan pecinta sepak bola Kota Medan agar menantu Presiden Joko Widodo itu dapat mengelola PSMS Medan.*** (War)
