Sambut Puasa Ramadhan, Jamaah Diingatkan Buat Target

Ustadz Armansyah Batubara.
SUBULUSSALAM: koranmedan.com
Menyambut ramadhan awal April tahun ini, jamaah diingatkan buat target dan rencana sehingga Ramadhan benar-benar efektif diisi dengan aktivitas ibadah.
Target atau rencana tersebut, berpuasa sebulan penuh, tunaikan shalat lima waktu dan shalat sunat tarawikh selama ramadhan secara berjamaah di masjid dan khatamkan baca alquran 30 juz.
Ustadz Armansyah Batubara, S.PdI menyampaikan itu pada arisan Ikatan Keluarga Tapanuli Selatan (Ikatapsel) Kota Subulussalam di kediaman Adi Purwanto/Emi Pulungan, Kec. Simpang Kiri, Subulussalam, Sabtu (19/03/2022).
“Sengaja tidak berpuasa sehari saja, tak bisa digantikan dengan puasa selama hidup,” pesan Armansyah seraya mengingatkan kehadiran Ramadhan harus disambut dengan penuh kegembiraan.

Ustadz Achmad, MA.
Santri dan Kaum Ibu Padati Masjid Al Iman
Terpisah ratusan santri Pesantren Subulussalam Jontor dan kaum ibu memadati Masjid Al Iman, Desa Jontor, Kec. Penanggalan pada Peringatan Isra’ Mikraj sekaligus penyambutan Ramadhan, Kamis (17/03/2022) malam.
Ust. Achmad, MA dalam tausiyahnya menguraikan kisah seorang lelaki bersedekah kepada tiga orang dalam waktu berbeda tanpa mengetahui statusnya. Tiga orang di sana, pezina, pencuri dan orang kaya.
Karena gundah dengan pembicaraan umum itu, dalam tidurnya si lelaki mimpi bertemu malaikat kalau sedekahnya diterima Allah. Efek sedekahnya, ketiga orang itu bertaubat karena sadar dengan status mereka masih ada orang peduli.
Pesan penting dari kisah itu, Achmadi sebut jika memberi tak perlu melihat detail status yang diberi dan jika diberi syukuri dan jadikan sarana introspeksi diri.
“Pesan Isra’ Mikraj yang memperjalankan Nabi Muhammad SAW dari masjid ke masjid bermakna, jangan tinggalkan masjid, selalu shalat di masjid,” pesan Achmadi sembari mengingatkan, jangan meninggalkan shalat lima waktu dalam kondisi apapun.
Dikisahkan, seorang sahabat Rasulullah Abdullah bin Umi Maktum yang buta minta keringanan agar tidak shalat ke masjid. Namun kata Nabi, jika masih terdengar suara azan dari masjid tidak ada alasan tidak ke masjid.
Dengan kondisi buta, Abdullah bin Umi Maktum memaksakan diri ke masjid meski pada satu kejadian dia terjatuh dalam perjalanan ke masjid. *** (Khairul Boma)
