Tata Kelola Sampah Zero Waste Diperlukan Semua Pihak
Tim Peneliti USU foto bersama unsur manajemen PLTU Pangkalan Susu.

Tim Peneliti USU saat berdiskusi dengan Kades Tanjung Pasir dan warga di teras Masjid Alfalah Pangkalan Susu.
PANGKALAN SUSU: koranmedan.com
Untuk mengelola sampah atau limbah dengan konsep Zero waste perlu terapan inovasi semua pihak terutama dari para pemangku kebijakan kepemimpinan di level daerah maupun nasional.
Hal itu dikemukakan Tim Peneliti Kebijakan dan Manajemen Publik yang juga Dosen Tetap FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) Dra. Dara Aisyah, M.Si Ph.D kepada Koranmedan.com usai beraudiensi dengan manajemen Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu di Kabupaten Langkat, Rabu (20/4/2022).
Tim Peneliti USU yang beraudiensi antara lain Kepala Laboratorium Fisika Inti / Nuklir FMIPA USU/Anggota Pusat Unggulan Inovasi Karbon Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si bersama Peneliti Dr. Sally Marisa Sihombing, M.Si yang juga Kepala Laboratorium Ilmu Administrasi Publik FISIP USU, Helma Malini MT mahasiswa S3 Pascasarjana Teknik Kimia USU, Pinpin mahasiswa semester 8 Fisika USU yang akan terlibat dalam riset bidang fisika teori / komputasi untuk mengukur nilai efisiensi energi limbah Fly Ash dan Battom Ash (FABA) batubara menjadi produk, serta Zul Anwar Ali Marbun asistensi bidang kehumasan Tim.
Sementara manajemen PLTU Pangkalan Susu yang menerima antara lain Manager Operasi Ir.Siswo, Manager Engineering Handoyo Widhy, Supervisor Senior K3L Arifin Alamsyah dan Asisten Analis PLTU Pangkalan Susu Achmad Alvinsyah Rasyidi.
Kedatangan Tim Peneliti untuk memperoleh gambaran potensi limbah FABA sebagai campuran jumputan padat dari energi sampah Kota Medan sebagai Cofiring PLTU pengganti energi batubara serta pemanfaatan FABA sebagai produk inovasi untuk diaplikasikan dalam program pemberdayaan masyarakat sekitar PLTU.
Lebih lanjut Dara Aisyah menjelaskan, tata kelola limbah perlu dilakukan melalui penguatan kemitraan secara akuntabel dengan regulasi dan SOP yang jelas, agar limbah tidak dibawa jalan-jalan dengan armada Truck yang menghabiskan anggaran besar tapi ujungnya tetap ditumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah.
“Alangkah lebih efektif dan efisien apabila sampah begitu di ambil dari rumah-rumah warga atau Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah langsung diolah melalui inovasi kehadiran Truck Container Zero Waste Mesin Pengolah Sampah menjadi produk permintaan pengguna/user berupa produk energi siap pakai seperti pellet jumputan padat, arang briket, karbon aktif, asap cair, dan aneka produk kebutuhan pasar lainnya,” papar Dara Aisyah.
Sementara Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si M.Si selaku Peneliti Hypermetafisika Karbon melihat potensi FABA sebagai limbah pembakaran batubara masih memiliki potensi energi bila dicampur dengan konsentrat biomassa dari arang batok kelapa, tungkul jagung dan lainnya. Selain itu limbah FABA jika dikelola dengan baik menjadi produk inovasi seperti pavin block, batako dan lainnya bisa dipergunakan untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar PLTU Pangkalan Susu. Namun dorongan langsung dari Plt Bupati Langkat H.Syah Afandin, SH beserta jajaran sangat dibutuhkan untuk merealisasikannya. “Tim Peneliti USU siap melakukan pendampingan untuk penatakelolaannya,” sebut Dr. Muhammad Sontang Sihotang.
Sedangkan Dr. Sally Marisa Sihombing, M.Si menambahkan, perlu adanya pemetaan masalah dalam program kemitraan ini berdampak kepada kesejahteraan sosial masyarakat.
Terpisah, Kepala Desa Tanjung Pasir Faisal Rehza saat bertemu Tim Peneliti USU di Masjid Alfalah Desa Tanjung Pasir Kecamatan Pangkalan Susu sangat menyambut positif jika Tim Peneliti USU berkenan melakukan pendampingan pengolahan limbah FABA sebagai sumberdaya untuk meningkatkan aspek pembangunan kesejahteraan masyarakat. “Kita siap mengkolaborasikannya dengan pemberdayaan BUMDES,” sebut Kades Tanjung Pasir didampingi sejumlah warga.*** (War)
