Kolaborasi dengan Iptek Lebah Madu Sekolah Bina Bersaudara, Dr. Sontang Siapkan Lokasi Budidaya di Tanjungputus Langkat
Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si bersama istri Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D.
MEDAN: koranmedan.com
Dosen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara (FMIPA USU) Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si menyatakan kesiapan lahan miliknya yang berada di Dusun Gardu Desa Tanjungputus Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat dikolaborasikan dengan Pusat Iptek Lebah Madu Sekolah Bina Bersaudara Titikuning Medan untuk dijadikan lokasi penangkaran atau budidaya Lebah Madu integrasi dengan kebun Kaliandra sebagai pakan budidaya Lebah Madu.
Hal itu diutarakan Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si didampingi istri yang juga Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP USU) Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D usai menjalani terapi pengobatan sengat lebah di lokasi Sekolah Bina Bersaudara Jalan Ringroad/Tritura No.10 Titikuning Medan, Selasa (3/5/2022).
Menurut Sontang dirinya tertarik dengan usaha budidaya Lebah Madu integrasi kebun Kaliandra karena sangat banyak yang bisa dihasilkan dari usaha tersebut. Disamping bisa menghasilkan madu untuk dijual sekaligus membuka posko pengobatan sengat lebah, kebun Kaliandra juga punya banyak manfaat untuk sumber energi biomassa disamping daun Kaliandra bisa menjadi pakan ternak kambing dan lembu.
“Adapun khasiat madu sudah jelas disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Ibnu Majah yakni ‘hendaklah kamu menggunakan dua macam pengobatan yaitu Al-Qur’an dan Madu’. Sementara dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 68 dan 69 disebutkan ‘Diwahyukan kepada Lebah buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu dan di rumah-rumah yang dibuat manusia, kemudian makanlah dari segala macam buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu. Dari Perut Lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Alloh bagi orang yang berpikir,” sebut Muhammad Sontang.
Mengutip penjelasan Zulhadi generasi pelanjut Iptek Lebah Madu Sekolah Bina Bersaudara sepeninggal almarhum Drs. M. Achir Lubis, kata Sontang, defenisi madu adalah zat hidup cair yang rasanya manis yang dihasilkan lebah dari nectar
bunga tanaman atau cairan lain yang berasal dari bagian tanaman
(buah-buahan) yang dikumpulkan lebah lalu diubah dan diikat dengan
senyawa-senyawa tertentu dalam perut lebah, kemudian disimpan dalam
sarangnya sebagai makanan cadangan (stock).
Selain itu diterangkan Zulhadi Lubis, perlu diketahui masyarakat bahwa
ternyata madu lebah terdiri dari berbagai jenis rasa atau nectar
seperti Madu Nectar Kaliandra, Madu Nectar Akasia, Madu Nectar
Rambutan, Madu Nectar Karet, Madu Nectar Kapuk, Madu Nectar Durian,
Madu Nectar Mangga, Madu Nectar Kopi, Madu Nectar Jambu, Madu Nectar
Pisang, dan lain-lain.
Masing-masing nectar, kata Zulhadi Lubis, memiliki khasiat tersendiri.
Seperti Madu Nectar Kaliandra dapat mengobati Diabetes, Madu Nectar
Durian mengobati darah tinggi, Madu Nectar Kopi membuat nyenyak tidur,
dan secara umum semua jenis madu nectar adalah obat untuk semua
penyakit.
“Karena itu Madu Lebah diyakini sebagai obat spiritual yang memang
khusus diberikan Allah sebagai salah satu nikmat dan rahmat dari-Nya,”
ujar Zulhadi Lubis mengutip penjelasan almarhum ayahnya semasa hidup lebih 30 tahun menjadi penyuluh Iptek
Lebah Madu alumni Apiari Pramuka Cibubur, Jakarta tahun 1990 silam. *** (Zul Marbun)
Pengenalan budidaya lebah madu di Sekolah Bina Bersaudara Titikuning Medan.
