Seminar Hari Keputeraan 105 Tahun Syekh Kadirun Yahya, Dr. Sontang: Zikir Alloh Sarana Yocto Detik untuk Dekat dengan Sang Pencipta
Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si saat menyampaikan presentasi.
MEDAN: koranmedan.com
Pengamal Tarekat sekaligus Peneliti Hipermetafisika Tasawuf yang juga Kepala Laboratorium Fisika Nuklir Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara (FMIPA USU) Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si mengatakan, terapi menegakkan lidah hingga menyentuh langit-langit sembari menyebut asma (nama) Alloh secara berulang-ulang dapat menjadi sarana ampuh untuk mendekatkan diri kepada Alloh bagaikan Yocto detik (seukuran 10 pangkat minus 24 detik).
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surat Qaaf ayat 16 yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
Hal itu dikemukakan Dr. Muhammad Sontang Sihotang saat tampil sebagai narasumber pada Seminar Nasional Gebyar Hari Keputeraan Pendiri Universitas Pembangunan Panca Budi (UnPAB) Prof. Dr. H. Syekh Kadirun Yahya, MA, M.Sc di Aula Gedung A Kampus UnPAB, Jumat (24/6/2022).
Selain Muhammad Sontang, tampil sebagai narasumber Prof. Dr. Asmal May, MA Gurubesar Fakultas Tarbiyah Universitas Negeri Islam Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau.
Dengan kedekatan Yocto detik kepada Alloh, sebut Muhammad Sontang, maka Alloh akan memberikan apa saja yang dikehendaki Alloh terhadap hamba tersebut.
Selain itu, dalam tinjauan ilmiah anatomi fisiologi tubuh kedokteran disebutkan Sontang lebih lanjut, ketika lidah ditegakkan sehingga menyentuh langit-langit saat mengucapkan Alloh dan dengan melakukan teknik segitiga pernafasan 4-7-8 sehingga menjadikan saklar bioelektrik tubuh dan berenergi yang berfungsi untuk mengaktifkan Organ Sela Turcica dan sumber hormon utama Pituitary (Master Gland) dan hormon yang dapat menyenangkan dan menyehatkan tubuh (Hormon Serotonin dan Melatonin), kata Sontang mengutip pendapat Prof. Dr. Andrew Weil dari Universitas Arizona.
“Disinilah perlu manfaat Zikir asma Alloh dalam kehidupan sehari-hari, orang yang rajin dan rutin berzikir asma Alloh, sebenarnya berpengaruh kepada Sinoatrial Node (SAN) Jantung, yaitu mengaktifkan biolistrik sinoatrial node dalam lapisan jantung sebagai page maker alami, melancarkan aliran darah, dan sebagai amalan berguna di dunia maupun di akhirat kelak,” papar Muhammad Sihotang Sihotang.
Metoda Zikir Asma Alloh ini, sebut Muhammad Sontang, penting diamalkan setiap insan untuk lebih mengetahui atau mengenal dirinya guna lebih mengenal Tuhannya (Alloh) “Man arafa nafsahu faqad arafa Rabbahu,” (Hadis Qudsi Sabda Rasulullah dan pendapat Ulama Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Kimiya As-Sa’adah), sebutnya.
Dijelaskan Muhammad Sontang, metode zikir Metafisika Tasawuf ini merupakan proses mengenal diri untuk mengenal Sang Pencipta yaitu Alloh SWT. Mengenal Alloh melalui metode Metafisika Tasawuf sangat riel, realistik, logis dan terukur serta dapat dirasakan melalui proses rutinitas adabiah, ilmu, amal, ilmiah dan amaliah dengan bimbingan guru atau Mursyid.
“Orang-orang yang beriman hanya dengan mengingat Allah (Zikrullah) hati menjadi tenteram” ,“Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan ?” kata Muhammad Sontang mengutip Al-Qur’an Surat Ar-Ra’du ayat 28 dan Surat Az-Zariyat Ayat 21, sebagai dalilnya.
Metafisika Tasawuf dengan berlatih mengingat Alloh melalui zikir ini, lanjut Sontang, dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai amal ibadah guna membersihkan hati dari titik noda dan dosa di hati (qalbu/jantung) bahkan mampu menyehatkan jiwa dan raga, pungkas Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si.
Sementara Prof. Dr. Asmal May, MA Gurubesar Fakultas Tarbiyah Universitas Negeri Islam Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau berharap semua orang hendaknya mendalami dan mengamalkan Tharekat Naqsabandiyah Khalidiyah yang didakwahkan Ayahanda Prof. Dr. H. Syekh Kadirun Yahya, MA, M.Sc sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Alloh melalui Sholat, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, bersuluk dan berdo’a.
Dengan mendekatkan diri kepada Alloh, simpul Prof. Asmal, seorang hamba akan bahagia di dunia dan di akhirat.*** (Zul Marbun).
