Bico Dante, Cafe Bernuansa Asia hingga Eropa

MEDAN: koranmedan.com
Bagi Anda yang ingin mengunjungi Menara Eiffel tak harus jauh-jauh ke Paris, atau bahkan melihat Santorini tak perlu ke Yunani. Sebab di Medan, kedua spot wisata Eropa itu sudah ada di Medan.
Kota Medan telah memiliki tempat wisata yang mengusung konsep perpaduan Eropa dan Asia bernama Bico Dante di Jalan Ayahanda No 80, Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.
Di tempat ini, ada replika Menara Eiffiel setinggi enam meter juga ada Santorini indah dengan warna khas biru dan putih. Di Eropa, Santorini adalah kelompok bundar pulau gunung berapi di Laut Aegea, terletak 200 KM dari daratan Yunani.
Nah, warga Medan yang belum punya uang cukup untuk ke Eropa, bisa menyinggahi tempat ini.
Tentu saja, Bico Dante bukan hanya menonjolkan dua spot itu sebagai media menarik pengunjung. Di lokasi dengan luas hampir 2.000 meter itu, ketika menginjakkan kaki masuk ke dalam, ada juga spot bernuansa heritage seperti sepeda ontel.
Tiap langkah Anda menyusuri Bico Dante, maka pemandangan tanaman dan bunga indah menyambut Anda. Bunga-bunga indah diletakkan di berbagai pot yang digantung di bagian atap. Tanaman lain juga ditata rapi hampir di setiap sudut ruangan outdoor dan indoor. Kesan hijau dan nyaman dijamin membuat Anda betah.
Soal makanan juga menarik, karena didominasi menu Asia sesuai lidah orang Medan. Bahkan, es lilin yang kita kenal dengan sebutan es ganefo yang mulai jarang ditemui, disajikan dengan berbagai rasa.
Joni, salah satu owner Bico Dante, menjelaskan konsep wisata garden itu didirikan sejak April 2022. Membangun usaha ditengah pandemi Covid-19 tentu tidak mudah. Namun, dengan niat tulus dengan memberikan rasa kenyamanan saat nongkrong untuk konsumen ditengah pandemi Covid salah satunya.
“Kami punya keyakinan, perpaduan konsep yang agak ‘out of the box’, karena juga kita yakin garden cafe, saya rasa enggak banyak di Medan. Kita coba, tapi akhirnya lama-lama dengan harga yang bersahabat bisa juga menarik,” jelasnya, Minggu (17/7/2022).
“Kami berpikir untuk tempat orang kongkow-kongkow dengan santai di udara terbuka. Orang akan nyaman di ruang terbuka daripada di ruangan tertutup seperti mal, orang was-was,” sambungnya.
Joni mengatakan Bico Dante merupakan usaha yang terdiri dari 29 owner yang berasal dari sesama sahabat yang punya satu visi dan misi, mengembangkan konsep tempat nongkrong yang nyaman.
BICO sendiri merupakan perpaduan dua kata Big Company, berarti perusahaan besar. Ya, sesuai dengan jumlah owner puluhan orang. Sedangkan, Dante berarti Abadi, dengan harapan usaha ini bisa bertahan selamanya.
“Banyak teman-teman yang kita ajak bergabung. Kita 29 owner, teman ke teman dan di dalamnya Bhinneka Tunggal Ika,” sebutnya.
Soal banyaknya tanaman di lokasi, Joni menyebut atas ide salah satu owner yang paham soal tanaman.
“Tanaman di sini banyak tumbuhan yang tidak sesuai habitatnya, namun bisa tumbuh di sini. Ada pohon langka seperti ‘Kigelia Africana’ dan bunga bunga indah dari dataran tinggi kita bisa tanam di sini,” timpalnya.
Sejak berdiri, Joni mengatakan kunjungan konsumen di luar ekspektasi mereka. “Kalau saya bilang over (prediksi), tingkat kedatangan konsumen sudah sangat banyak, viral,” ungkapnya.
Tidak sampai di sini, Joni menyebut masih ada lahan di lokasi Bico Dante yang akan dikembangkan lagi untuk memuaskan konsumen.
“Ini kita pengembangan ke belakang, mau ada room untuk penambahan. Juga nantinya akan menyediakan wedding party di sini dengan harga terjangkau. Kita kasih harga bersahabat,” sebutnya.
Bico Dante juga nantinya akan menyasar konsumen dengan usia lebih muda. “Nanti kami akan menyasar pangsa pasar adik-adik mahasiswa dan pelajar,” ungkapnya.*** (War)
