Launching Susu Organik Berkalsium di SMK Pelayaran, Taruna-Taruni: Enaaaakkkk eee, Mantap, Berenergi, Maknyus, Nambah Lagi Dong….
Para siswa/taruna SMK Pelayaran saat berbaris rapi mengambil Susu Organik Berkalsium dalam kemasan botol. Usai mereka minum, mereka mengaku enak, mantap, berenergi, maknyus dan minta nambah.
MEDAN: koranmedan.com
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara (Abdimas USU) melalui Ketua Tim Kh.Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si bersama Anggota Tim Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D dan Dra. Februati Trimurni, M.Si., Ph.D menghibahkan seperangkat alat inovasi konservasi air bernama Hydroxy Apatite Water Filter berbasis inovasi kartrij Karbon dan Granul kalsium ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran Samudera Indonesia Jalan Pelayaran, Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (27/8/2022).
Di sela penyerahan alat Media Filter Hydroxy Apatite Water Filter tersebut Tim Rekayasa Sosial Abdimas USU sekaligus melaunching produk UMKM My USU yakni Susu Organik Berkalsium ditandai pembagian 300 botol Susu kepada para dewan guru dan siswa taruna-taruni.
Di saat dialog interaktif antara Tim Rekayasa Sosial Abdimas USU dengan para taruna-taruni dan siswa/I SMP Plus Pelayaran Samudera Indonesia Medan, mereka mengakui kenikmatan sewaktu meminum Susu Organik Berkalsium tersebut. “Enaaakk eeee, Mantap, berenergi dan Maknyus, Nambah lagi doooong,” seru sejumlah taruna /i & siswa/i secara spontan ketika ditanya Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D.
Seperti diinformasikan sebelumnya, alat inovasi media filter organik yang dihibahkan Tim Abdimas USU ke SMK Pelayaran Samudera mampu meningkatkan kualitas air, dengan penambahan kalori dari kandungan Granul Kalsium sehingga menjadi lebih sehat serta baik untuk kesehatan.
Sebelum hibah alat konservasi air Hydroxy-Apatite Water Filter, 240 Siswa Taruna SMK Pelayaran yang tinggal di asrama menghabiskan 8 Galon air isi ulang per hari atau seharga Rp 1.600.000 per bulan dari Rp 5.000 per Galon.
Penyerahan alat Media Purification – Hydroxy Apatite Water Filter tersebut diterima Kepala SMK Pelayaran Fahmi, ST, MPd bersama Ketua Yayasan Edi Ariyanto dan sejumlah tenaga pengajar serta disaksikan ratusan siswa SMK dan SMP Pelayaran/taruna-taruni.
Tim Abdimas USU Cluster Rekayasa Sosial Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si menjelaskan, tata kelola sampah di lingkungan sekitar dapat menjadi solusi cerdas untuk mengentaskan masalah termasuk masalah kebutuhan hidup.
Muhammad Sontang mencontohkan sumberdaya sampah yang banyak bertebaran di sekitar lingkungan warga lebih banyak terbuang percuma ketimbang diolah menjadi produk bermanfaat. Padahal sampah itu adalah EMAS yang bersembunyi disebalik limbah / sampah disekitar kita dan tidak boleh semena-mena membuang-nya.
Limbah seperti kulit telur, kulit kerrang, tulang ayam, tulang lembu/sapi dan tulang ikan jika diolah bisa menjadi produk kalsium organik yang bermanfaat untuk kesehatan.
Terkait itu Sihotang mengajak siapa saja dan dimanapun berada untuk berinovasi dalam pemberdayaan potensi sumber daya di lingkungan sekitar melalui pengolahan sampah atau limbah menjadi produk bernilai ekonomis yang laku dijual di pasaran untuk keperluan hidup sehari-hari. Langkah tersebut dapat menjadi model dalam Program Peningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan.
Bagi para pihak yang serius ingin berinovasi dengan sumberdaya yang ada di lingkungan sekitar dapat menghubungi Sihotang untuk diberikan transfer knowledge (penyuluhan) di nomor Hp/WA +62-882-6017-9602 atau 081381656026 serta Dr.Dara di nomor HP/WA 081263194968.
Sihotang meyakini ikhtiar pembuatan produk inovasi media filter untuk water purification yang siap saji ini dapat di-komersialisasi masyarakat dalam memanfaatkan sampah/limbah menjadi energi “Waste to Energy”. Dengan kata lain, imbuh Kepala Laboratorium Fisika Nuklir FMIPA USU itu “Sampah adalah Emas (“Trash or Waste is Gold”) dan dari Sampah Menjadi Kaya “From Waste to Wealth”.
Di kesempatan itu Dara Aisyah secara interaktif di depan taruna-taruni dan dewan guru SMK Pelayaran juga memotivasi untuk giat berinovasi dari sumberdaya sampah yang ada di lingkungan sekitar.
“SMK Pelayaran yang terkait dengan sumberdaya pesisir dan kelautan (bahari) sangat berpeluang besar untuk berinovasi dari sumberdaya yang ada seperti pengolahan sampah plastik menjadi beton polimer atau batu Konblok. Kemudian kulit telur, tulang ikan dan kerang bisa diolah menjadi kalsium organik untuk kesehatan,” terang Dara Aisyah yang siap menerima konsultasi dari para pihak yang serius untuk berinovasi dengan tata kelola limbah atau sampah menuju “Medan Zero Waste”.*** (War)
