Dana Desa Tangani Inflasi dan Krisis Pangan

Gus Menteri saat menggelar jumpa pers dari Desa Rawa Subur Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah.
KAPUAS: koranmedan.com
Langsung dari lokasi transmigrasi di lahan gambut, tempat produksi pangan berkelanjutan, Jumat siang (2/9/2022), Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) H. Abdul Halim Iskandar didampingi Bupati Kapuas, Kepala Desa Rawa Subur dan Pengurus BUMDes Rawa Subur menggelar jumpa pers secara virtual dan offline terkait pemanfaatan dana desa untuk menangani inflasi dan mengantisipasi terjadinya krisis pangan di seluruh wilayah Indonesia.
Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan di lokasi transmigrasi tersebut menjadi salah satu aksi akbar menghadapi resiko krisis pangan, sementara praktek ekonomi sirkular desa di dalamnya teruji mengendalikan inflasi daerah pada tingkat desa.
Menurut Menteri Desa yang akrab disapa Gus Menteri itu, Kepmendesa PDTT 97/2022 tentang Pengendalian Inflasi dan Mitigasi Dampak Inflasi Daerah pada Tingkat Desa difokuskan untuk menyirkulasikan produk pangan dan energi antardesa untuk menjaga harga barang di desa tetap rendah, terutama komoditas pangan dan energi.
“Wujudnya, per tanggal 1 September 2022 telah disalurkan Dana Desa ke Rekening Kas Desa sebanyak Rp 48.287.808.919.032 (71,01%) ke 74.721 desa (99% desa). Sebanyak Rp 8.063.200.303.620 (17% dari Dana Desa yang sudah cair) dimanfaatkan untuk ketahanan pangan desa. Seperti permodalan kelompok wanita tani untuk memproduksi pangan dari sorgum sampai hortikultura, pupuk alami, permodalan BUM Desa unit usaha pangan, fasilitas lumbung desa, hingga perbaikan irigasi kecil di desa-desa, totalnya sudah ada kegiatan sebanyak 1.324 unit,” sebut Gus Menteri.
Selain itu, kata Gus Menteri, Dana Desa juga telah digunakan desa untuk membantu angkutan barang dan orang, agar ongkosnya lebih terjangkau di desa.
Di kesempatan tersebut Menteri Desa PDTT juga menyampaikan berbagai hal terkait kondisi transmigrasi terbaru, penyaluran Dana Desa untuk BLT Dana Desa, Padat Karya Tunai Desa, Covid-19, dan informasi desa terbaru.*** (Zul Marbun)
