Dari Muzakarah Majelis Tauhid Tasawuf: Selamatkan Indonesia dengan Thariqot
Sejumlah Pengamal Thariqot foto bersama usai Pra Muzakarah Majelis Tauhid Tasawuf di Asrama Haji Medan.
MEDAN: koranmedan.com
Menghadapi kondisi Indonesia yang banyak masalah, disarankan segenap anak bangsa kembali ke dasar ajaran agama masing-masing. Bagi penganut Islam misalnya disarankan untuk mendalami ilmu Thariqot sesuai pedoman Al-Qur’an.
Hal itu mengemuka dalam Pra Muzakarah Majelis Tauhid Tasawuf Pengamal Thariqot Naqsabandiyah yang digelar di Aula lantai 5 gedung Al-Munawwarah Asrama Haji Medan, Rabu (14/9/2022).
Hadir saat itu Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H. Edy Rahmayadi, Ketua MUI Pusat Bidang Pengkajian Ali Abdullah MA, Ketua MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak, MA, Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Asia Tenggara Thariqot Naqsabandiyah Syekh H. Amran Wali Al-Khalidy, Narasumber Prof. Dr. Muzakir, MA beserta Dr. Arso MA, Ketua Persatuan Pengamal Thariqot Indonesia (PPTI) Sumatera Utara Khalifah Sutan Jalaluddin, SH bersama Wakil Ketua Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang Sihotang, S.Si, M.Si beserta istri Syarifah Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D, Ketua Relawan Sahabat Anies PPTI Sumatera Utara H.M. Natar Hasibuan, SH beserta sejumlah unsur pengurus.
Di sela Muzakarah, Ketua PPTI Sumut Khalifah Sutan Jalaluddin, SH menyatakan sepakat dengan pentingnya penyelamatan kondisi Indonesia melalui pendekatan pengamalan Thariqot (jalan menuju Allah sang pencipta kehidupan).
“Langkahnya dapat dilakukan dengan penguatan iman dan takwa umat, memperbanyak zikir, memperkuat kesolehan sosial dan menghadirkan pemimpin Indonesia yang amanah melalui persatuan suara umat di Pemilihan Umum 2024,” sebut Sutan Jalaluddin.
Hal senada dikemukakan Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si. Menurut ahli metafisika Tasawuf Dosen Ilmu Fisika Universitas Sumatera Utara ini, penyelamatan Indonesia dapat dilakukan juga melalui revolusi akhlak dan pendekatan ilmu Thariqot. “Mengenal diri untuk mengenal Allah perlu diselami lebih dalam. Terapi sederhana dapat dilakukan dengan menegakkan lidah sampai menyentuh langit-langit mulut sembari menyebut nama Allah secara berulang-ulang,” sebut Muhammad Sontang Sihotang yang dalam waktu dekat juga akan mendeklarasikan Komunitas Jatman (Jamaah Thariqot Muktabaroh Nasional) Sumatera Utara.
Sementara dari sisi kajian kebijakan publik, Pengamal Thariqot yang juga Dosen Ilmu Administrasi Publik FISIP USU Syarifah Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D menyarankan perlunya aplikasi pendidikan karakter melalui kebijakan Kementerian Agama berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), para Gubernur, Bupati/Wali Kota, Camat hingga ke tingkat Desa dan Dusun. ” Hal ini penting dalam upaya membangun akhlak umat menuju Indonesia yang penuh berkah dari Allah,” pungkas Dara Aisyah.*** (War)
