Warga Nelayan di Batubara Keluhkan Kesulitan Dapatkan BBM Solar Bersubsidi
Dr. Muhammad Sontang, S.Si, M.Si (kanan memakai peci hijau) saat berbincang dengan sejumlah nelayan di Desa Medang Kec. Medang Deras Batubara. Turut hadir Kepala Desa Medang Razali.
MEDANG DERAS: koranmedan.com
Warga nelayan di Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar sesuai harga subsidi untuk keperluan melaut.
Kesulitan utama yang mereka rasakan diperlukannya surat keterangan dari Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten untuk bisa membeli BBM Solar bersubsidi sementara lokasi kantor Dinas Perikanan dan Kelautan tersebut jauh dari tempat warga melaut seperti di Desa Medang Kecamatan Medang Deras.
Keluhan lainnya, setelah pulang melaut, hasil tangkapan tak setimpal dengan besar modal yang dikeluarkan.
Kondisi makin sulit tersebut dialami warga nelayan pasca kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu.
Hal ini dialami warga nelayan tradisional seperti Joni, Jupri, Yusni dan lainnya. Keluhan itu juga diakui para Kepala Dusun yang berada di wilayah Kecamatan Medang Deras. Seperti Dusun Kuala Sipari, Dusun Kuala Tanjung dan Dusun Kuala Tengah.
Warga nelayan tradisional juga mengeluhkan keberadaan kapal keruk tank pengambil kerang yang beroperasi merusak terumbu karang agar ditertibkan pemerintah. Warga sudah beberapa kali mengadu ke aparat pemerintah tapi belum juga ditanggapi.
Terkait kondisi itu, pemerhati Filsafat Kebijakan Publik yang juga Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si berharap kepada Bupati Batubara untuk mengambil kebijakan dengan membuka posko penerbitan rekomendasi Diskanla di setiap desa atau di tingkat kecamatan.
Khusus kepada pemilik kapal tank pengeruk yang merusak terumbu karang diharapkan Sontang agar aparat pemerintah dapat melakukan penertiban yang tegas sehingga kegiatan nelayan tradisional tidak terganggu.*** (War)
