Inisiator Rela Sumut PPTI Hadiri Silaturahim Nasional JATMAN di Pekalongan
Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si (kiri) bersama pucuk pimpinan JATMAN Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI diabadikan di arena Silatnas JATMAN di Pekalongan, Jawa Tengah.
PEKALONGAN: koranmedan.com
Inisiator Relawan Anies Sumatera Utara Komunitas Persatuan Pengamal Tarekat Islam (Rela Sumut PPTI) Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si selama 2 hari 28-29 Oktober 2022 bersama Syarifah Umi Zahra menghadiri dan mengikuti Silaturami Nasional (Silatnas)Jama’iyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) bersama TNI-Polri di Pekalongan, Jawa Tengah.
Kehadiran Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si sekaligus sebagai mandataris pembentukan JATMAN di Sumatera Utara.
Dijelaskannya, JATMAN secara nasional saat ini dipimpin Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI.
“Silatnas JATMAN dilaksanakan dengan mengusung tema ‘Membangun Sinergi Ulama, Umaro, TNI-Polri dan Tokoh Lintas Agama dalam Memperkokoh NKRI dan Menangkal Segala Bentuk yang Menggoyahkan Institusi TNI maupun Polri’,” sebut Sontang melalui saluran WA (WathsApp) kepada Koranmedan, Sabtu (29/10/2022).
Diterangkan Sontang, JATMAN adalah organisasi yang anggotanya
terdiri dari orang-orang yang mengamalkan thariqah (Tarekat).
Lebih jauh disebutkan Sontang,
Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) merupakan organisasi
keagamaan sebagai wadah pengamal ajaran Thoriqoh Al Mu’tabarah, yang merupakan salah
satu pilar dari ajaran Islam Ahlussunah Wal Jama’ah yang telah dirintis dan dikembangkan
oleh para salafus shalih yang bersumber dari Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam melalui Malaikat
Jibril Alaihi Salam atas petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sanad yang muttasil.
“Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah merupakan suatu sarana bagi
para Mursyidin/Khalifah, untuk lebih mengefektifkan pembinaan terhadap para murid yang
telah berba’iat sekaligus sebagai forum untuk menjalin ukhuwah antar sesama penganut ajaran
Thoriqoh dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan dan keihlasan di dalam
amaliyah ubudiyyah serta meningkatkan rabithah terhadap guru Mursyid / Khalifah Thariqah melalui metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju
Allah SWT melalui tahapan-tahapan/maqamat.
Dengan demikian tarekat memiliki dua pengertian, pertama ia berarti metode pemberian bimbingan spiritual kepada individu dalam mengarahkan kehidupannya menuju kedekatan diri
dengan Alloh. Kedua, tarekat sebagai persaudaraan kaum sufi yang ditandai dengan adannya lembaga
formal seperti zawiyah, ribath atau pondok pesantren, perguruan, atau khalaqah, Dinamakan thariqah maksudnya menjalankan Agama Islam dengan lebih hati-hati dan
teliti sebagaimana menjauhi perkara yang masih syubhat dan melaksanakan keutamaan-keutamaan sesudah kewajiban-kewajiban pokok, seperti mengerjakan sholat tahajjud dan
sholat sunnah rowatib dan lain sebagainya. Disertai dengan kesungguhan dalam mengerjakan
ibadah dan riyadlah, misalnya berpuasa pada hari Senin dan hari Kamis, rajin membaca Al-Qur’an, membaca sholawat Nabi, dzikir, tasbih, istighfar dan lain sebagainya. Dinamakan Al Mu’tabarah itu karena semua amalannya (thariqahnya) bersambung
(muttasil) sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW. Yang mana beliau menerima dari Malikat
Jibril AS. Dan Malaikat Jibril menerimanya dari Alloh SWT,” papar Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si.*** (War)
