DPRD Kota Tanjungbalai Setujui Penambahan Dana BLUD Rp 7,6 Miliar di APBD 2023 Untuk RSUDTM
Direktur RSUDTM, dr. Tengku Mestika Mayang (sudut meja kanan) saat mengikuti pembahasan rancangan APBD Tahun 2023 bersama Badan Anggaran DPRD.
T.BALAI: koranmedan.com
Badan Anggaran DPRD Kota Tanjungbalai menyetujui permintaan anggaran belanja RSUD dr. Tengku Mansyur (RSUDTM) menjadi Rp 34,8 miliar Rupiah, bertambah dari sebelumnya Rp 27,2 miliar di tahun 2022
Direktur RSUDTM dr. Tengku Mestika Mayang mengajukan penambahan dana BLUD sebesar Rp 7,6 miliar di rapat pembahasan pengajuan rancangan anggaran APBD Kota Tanjungbalai Tahun Anggaran 2023 bersama DPRD Kota Tanjungbalai.
Setelah dimintai penjelasan tentang tujuan dari penambahan anggaran belanja RSUDTM oleh Anggota Badan Anggaran, akhirnya Ketua DPRD Kota Tanjungbalai Tengku Eswin yang memimpin langsung sidang pembahasan menyetujui usulan penambahan tersebut.
“Semua berharap dengan Ibu (Direktur red-), tolong benahi rumah sakit itu sesuai dengan harapan. Baik kepada anggota banggar saya bertanya apakah rancangan anggaran RSUDTM dapat kita setujui?” ucap Ketua DPRD Kota Tanjungbalai Tengku Eswin yang disambut setuju oleh anggota badan anggaran yang hadir Jum’at malam (25/11/2022).
Usai rapat pembahasan, kepada wartawan Direktur RSUDTM dr. Tengku Mestika Mayang menyebutkan penambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk belanja operasional dan jasa untuk meningkatkan pelayanan terhadap pasien.
“Untuk keseluruhan, ada itu (untuk) petugas medis, ada alat air minum siap minum. Laboratorium, ruang gizi, cs semua kita lengkapi,” sebut dr. Tengku Mestika Mayang.
Terpisah Ketua Forum Analisis Kebijakan dan Transparansi Anggaran (FAKTA) Kota Tanjungbalai Syarifuddin Manurung menilai, penambahan anggaran belanja untuk RSUDTM merupakan hal wajar jika memang untuk pelayanan yang lebih baik.
Namun Arif melihat ada yang tidak tepat sasaran Ia mencontohkan untuk tahun 2022 RSUDTM ada mengalokasikan anggaran program peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan sebesar Rp 2,4 miliar, untuk tahun 2023 dalam pembahasan rancangan dengan banggar pihak RSUDTM juga mengalokasikan kegiatan yang sama. Namun sejauh ini kita melihat penanganan pasien di RSUDTM tidak ada peningkatan lebih baik.
“Selain itu Tahun 2022 di RSUDTM ada program peningkatan SDMK Nilainya sebesar Rp 2,4 miliar, tapi apa hasilnya, gak ada. Beberapa waktu lalu buktinya ada korban penikaman sampai dirujuk keluar daerah, Tahun ini juga mau dianggarkan dana tersebut,” ujar Ketua FAKTA Syarifuddin Manurung.
Belum lagi temuan BPK RI Perwakilan Sumatera Utara tentang manajement keuangan yang buruk di Tahun Anggaran 2021, membuktikan masih tidak meningkatnya SDM pengelolaan di RSUDTM.
“Bukti lainya, itu manajement keuangan RSUDTM Tahun 2021 sangat buruk, BPK RI sendiri menegaskan hal tersebut,” kata Syarifuddin Manurung.*** (Syafrizal)
