Bagaimana Memahami Ketuhanan Secara Logik?
Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si (kanan) saat berdiskusi dengan Cucu Syekh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, H. Ahmad Baqi Arifin, SH, MBA, MM (Kiki) di kediaman almarhum Syekh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya Komplek Universitas Pancabudi Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa sore (3/1/2023).
MEDAN: koranmedan.com
Judul di atas menjadi pembahasan mendalam pada perbincangan khusus antara Pakar Hypermetafisika Tasawuf Khalifah Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si dengan Cucu Syekh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, H. Ahmad Baqi Arifin, SH, MBA, MM (Kiki) di kediaman almarhum Syekh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya Komplek Universitas Pancabudi Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa sore (3/1/2023).
Menurut Kiki, pembahasan dalam pencarian Ketuhanan ini penting untuk mempermudah pemahaman setiap insan yang diberi otak untuk berpikir. “Bukan zat Alloh yang mau digali, tapi bagaimana memahami agama Islam tidak secara dogmatis, tapi dilakukan melalui pengkajian yang logik, ilmiah dan terukur,” sebut Kiki yang sedang menyusun buku karyanya berisi tentang memahami Ketuhanan secara logik dan ilmiah melalui pendekatan metafisika tasawuf.
Menanggapi hal itu, Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si yang juga Mandataris Pembentukan Jama’iyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Provinsi di Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan, untuk memahami Ketuhanan secara logik dapat dilakukan melalui pengkajian diri secara metafisika tasawuf diawali dari pendalaman partikel Alloh itu dari yang berukuran Nano Yocto Detik atau melalui pengkajian kinerja listrik jantung manusia.
“Dari metode pengkajian diri yang mendalam tersebut kelak akan diketahui siapa sesungguhnya Alloh itu. Kajilah diri kenapa diciptakan dan seterusnya,” sebut Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si yang juga Dosen Ilmu Fisika dan Kepala Laboratorium Fisika Nuklir FMIPA Universitas Sumatera Utara (USU).
Selain itu, kata Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si, untuk mengkaji diri dapat diawali dengan Zikir Alloh…Alloh secara berulang-ulang bersamaan dengan menegakkan dan menyentuhkan ujung lidah ke langit-langit mulut selama mungkin serta mengetuk-ngetukkan ujung jari telunjuk ke lantai atau meja. Insha Alloh setelah ritual itu, qolbu hati nurani akan terbuka dan merasakan adanya Alloh sebagai Tuhan.
“Ucapan yang awalnya Allah lama kelamaan akan berubah menjadi Alloh. Makanya untuk mereka yang selama ini belum mendapat hidayah, insha Alloh dengan terapi Zikir Alloh secara berulang-ulang sembari menegakkan lidah hingga menyentuh langit-langit mulut ditambah mengetuk-ngetukkan ujung jari telunjuk ke lantai atau meja akan ada rasa di balik rasa, membuka hijab diri dengan Alloh serta melembutkan hati. Bila tidak percaya sila dipraktekkan,” pungkas Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si yang juga dikenal sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Langkat periode 2022-2027.*** (War)
