Kabupaten Dairi Dikukuhkan Sebagai Pusat SPAB di Wilayah IV Sumut

SIDIKALANG: koranmedan.com
Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu menghadiri upacara pengukuhan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Asren Nasution yang dipusatkan di SMAN 2 Sidikalang, Jumat (3/3/2023).
Kegiatan juga dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Yeddi Efendi Sipayung, unsur Forkopimda, Kadis Pendidikan Dairi Fatimah Boangmanalu, para guru dan Kepala SMA, SMK dan SLB, para siswa dan lainnya.
Bupati menyampaikan rasa bangganya Kabupaten Dairi dipilih menjadi pusat lokasi pengukuhan SPAB di Wilayah IV termasuk Pakpak Bharat dan Karo.
Pemilihan lokasi ini tentu memiliki alasan tersendiri bagi pemerintah provinsi Sumatera Utara. Secara umum Indonesia merupakan negara yang sangat rawan dengan bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus dan lainnya, sebut Bupati.
Dijelaskan, bencana alam sangat berdampak besar bagi populasi manusia, sehingga tidak jarang akibat bencana alam selalu menelan banyak korban jiwa, banyak orang kehilangan tempat tinggal maupun trauma yang sangat mendalam akibat dari bencana alam tersebut.
Potensi ancaman bencana alam bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Sehingga perlu disiapkan SDM untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan pada saat sebelum dan setelah bencana terjadi terutama di sekolah.
Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan program SPAB ini, kata Bupati, adalah upaya pencegahan dampak bencana di satuan pendidikan sangat tepat.
“Kita berharap inisiasi dan komitmen Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Sumatera Utara dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi semua pihak,” ucap Bupati Eddy.
Sebelumnya Asren Nasution dalam sambutannya menyampaikan, SPAB menjadi sesuatu yang strategis sebagai pusat pembelajaran yang aman dan nyaman dan bebas bencana secara khusus dari sektor pendidikan.
Dengan SPAB memang belum tentu, kata Asren, aman dari bencana namun dengan pengukuhan ini kita mampu mengurangi resiko yang timbul dari bencana itu.
“Bencana tidak bisa ditolak namun Allah sang pencipta kehidupan memberikan kita akal agar kita selamat dari bencana,” kata Arsen.*** (mata)
