Arkeolog Inggris McKinnon: Banyak
Situs Sejarah di Sumut Bagian dari Sejarah Dunia
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi diapit Sejarawan dari Unimed Dr. Ichwan Azhari (kiri) dan arkeolog dunia asal Inggris, Edmund Edwards McKinnnon (dua kanan).
MEDAN: koranmedan.com
Arkeolog dunia asal Inggris, Edmund Edwards McKinnnon mengatakan banyak situs sejarah di Sumatera Utara (Sumut) merupakan bagian dari sejarah dunia. Untuk itu, diperlukan intervensi Pemerintah Daerah agar penyelamatan situs tersebut tidak hilang.
Hal itu disampaikan McKinnon ketika bertemu dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (17/3/2023) lalu. Dididampingi sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed) Ichwan Azhari, Mckennon datang untuk menyampaikan hasil observasinya selama sepekan terhadap berbagai situs sejarah yang ada di Sumut, seperti Situs Buluh Cina, Situs Kota Rantang, Situs Benteng Puteri Hijau, serta rumah pengasingan Bung Karno di Berastagi.
Selama beberapa hari di Kota Medan, Mckinnon memberi masukan tentang langkah-langkah yang sebaiknya ditempuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam menyelamatkan berbagai situs sejarah yang terancam hilang.
“Situs-situs sejarah di Sumut banyak yang merupakan bagian dari sejarah dunia. Penyelamatannya sekaligus berarti menyelamatkan kepingan sejarah dunia,” ujar Mckennon, yang tiga tahun lalu juga pernah bertemu dengan Edy Rahmayadi.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyambut baik kedatangan McKinnon dan mengharap berbagai masukan untuk ditindaklanjuti. “Saya undang anda untuk datang lagi ke Sumut, mengobservasi berbagai situs dan warisan sejarah yang ada di Sumut,” ujarnya.
Menurut Edy Rahmayadi, dirinya telah berkomitmen sejak dilantik sebagai Gubernur untuk memelihara warisan dan situs sejarah yang ada di Sumut. Hal itu sudah diwujudkan dengan mengalokasikan anggaran Pemprov Sumut antara lain untuk revitalisasi Benteng Putri Hijau, revitalisasi Pusat Islam tertua di Nusantara di Barus, Tapanuli Tengah, dan membangun monumen Pahlawan Nasional Amir Hamzah. Juga merehab rumah pengasingan Bung Karno di Berastagi dan Parapat serta beberapa situs lainnya yang akan terus dipelihara dan direvitalisasi. “Saya butuh masukan para arkelog dan sejarawan,” kata Edy Rahmayadi.
Lebih lanjut, Mckennon menyatakan, sejarah Sumut, baik di Pantai Timur maupun Pantai Barat merupakan sejarah yang penting dalam hubungannya dengan sejarah internasinal. Mckennon yang berusia 83 tahun itu merupakan peneliti sejarah kuno Sumut sejak tahun 1970, dan dirinya sangat mengapresiasi komitmen Gubernur Edy Rahmayadi.
“Saya bangga dengan Anda salah satu pemimpin yang peduli pada sejarah dan saya siap untuk membantu anda,” ujarnya kepada Gubernur Edy Rahmayadi.***(Ril/Zul Marbun)
