Hakim dan Polri Diminta Dalami Keterangan Terdakwa Linda dalam Kasus Teddy Minahasa
Terdakwa Linda Pujiastuti dan Teddy Minahasa.
MEDAN: koranmedan.com
Praktisi hukum Effendi, SH meminta Majelis Hakim dan pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mendalami keterangan terdakwa Linda Pujiastuti alias Anita Cepu dalam sidang kasus terdakwa Teddy Minahasa pada sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu (15/3/2023).
Dalam sidang tersebut, salah satu terdakwa dalam kasus penyalahgunaan narkotika mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Teddy Minahasa, Linda Pujiastuti alias Anita Cepu mengklaim bahwa Teddy meminta fee sebesar Rp100 miliar untuk meloloskan 1 ton sabu dari Taiwan. Linda juga mengaku pernah pergi ke pabrik sabu yang ada di Taiwan bersama Teddy Minahasa.
“Keterangan ini perlu lebih didalami Hakim dan pihak Polri dalam mencari kebenaran karena menyangkut fakta penting dalam mencegah hal serupa terjadi di tengah darurat Narkoba di Indonesia,” ujar Effendi kepada Koranmedan com di Medan, Rabu (22/3)2023).
Menurut Effendi, jika keterangan Linda itu benar, betapa nasib bangsa Indonesia benar-benar akan hancur dihantam sindikat jaringan Narkoba internasional. “Terkait hal ini diharapkan pula agar Bapak Presiden RI Joko Widodo bertindak cepat untuk menghambat ruang gerak jaringan Narkoba internasional di Indonesia,” saran Effendi.
Seperti diberitakan, informasi tersebut disampaikan Linda dalam lanjutan sidang kasus narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Rabu (15/3/2023).
Selain itu Linda sebelumnya juga bersaksi terkait pabrik sabu di Taiwan yang pernah dia kunjungi bersama Teddy Minahasa.
Cerita tersebut diungkapkan Linda saat digali keterangannya oleh kuasa hukumnya, Adriel Viari Purba. Adriel membacakan BAP Teddy Minahasa yang menyebut Teddy mengajak Linda ke Taiwan menuju sebuah pabrik.
Adriel lalu menanyakan ke Linda untuk memperjelas pabrik yang dimaksud. Oleh Linda disebut itu adalah pabrik sabu.
“Di dalam BAP saksi Teddy Minahasa dalam berkas terdakwa Linda, Teddy mengatakan kekesalannya terhadap Ibu Linda ditipu di Brunei dan di Laut China Selatan. Pertanyaannya, dan kemudian, izin saya kutip Yang Mulia ‘Kemudian, kedua saya diajak ke Taiwan dan ditemukan dengan Pabrik di sana’. Pertanyaannya ke Taiwan itu dan ke pabrik dalam rangka apa?” tanya Adriel.
“Ke pabrik sabu,” jawab Linda.*** (War)
