Gubsu Edy: Ramadhan Mengajarkan Kita Untuk Disiplin

Gubernur Sumut (Gubsu) H. Edy Rahmayadi menyampaikan sambutan di depan seribuan buruh dan dhuafa pada acara Ramadhan Berbagi di halaman Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman 41 Medan, Jum’at (31/3/2023).
MEDAN: koranmedan com
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H. Edy Rahmayadi mengatakan banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dalam bulan Ramadhan. Salah satu di antaranya adalah disiplin dalam menjalankan aktivitas dan ibadah setiap harinya. Disiplin akan memberikan kemudahan dan keberhasilan dalam suatu tujuan.
“Banyak pelajaran yang dapat kita ambil di bulan Ramadan ini, yakni disiplin baik dalam beribadah dan juga bekerja. Kalau sehari-hari kita disiplin, tentunya segala usaha yang kita lakukan akan diberikan kemudahan,” ucap Edy Rahmayadi pada kegiatan Ramadan Berbagi bersama ribuan pekerja yang berlangsung di halaman Masjid Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman 41 Medan, Jumat (31/3/2023).
Hadir di antaranya, Syeikh Hussein Jabeer, OPD Sumut, Ustadz Khairul Fahmi Harahap, Alim Ulama, tokoh masyarakat serta ribuan pekerja yang ada di Kota Medan.
Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, salah satu ibadah yang mengajarkan kedisiplinan di bulan Ramadan ini adalah shalat, sahur dan juga berbuka puasa. Keseluruhan ibadah tersebut harus dilakukan tepat waktu. “Ini mengajarkan kita untuk menghargai waktu. Semoga disiplin ini dapat kita terapkan seterusnya,” harap Gubsu
Sementara Ustadz Khairul Fahmi Harahap dalam tausiahnya menyampaikan, bekerja mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga merupakan ibadah yang sangat mulia. Allah SWT memberikan pahala bagi orang yang bekerja mencari rezeki yang halal.
“Jika orang yang bekerja mencari rezeki yang halal, kemudian mati ketika bekerja dihitung sebagai mati syahid. Begitu besar pahala bagi orang yang bekerja mencari rezeki yang halal ini,’ ucap Khairul Fahmi Harahap.
Khairul juga mengingatkan dalam mencari keberkahan dari rezeki yang diperoleh agar dapat disisihkan dan diberikan pada orang lain dalam bentuk sedekah. “Allah tidak memandang banyak dan sedikitnya sedekah yang kamu berikan, tapi kemampuan kita untuk berbagi dengan orang lain,” katanya.
Sedekah yang paling utama dijelaskan Khairul yakni memberikan makan dan minum pada orang yang membutuhkan, karena sedekah yang paling baik adalah sedekah makanan dan air putih. *** (Ril/Zul Marbun)
