Patuhi Imbauan Menteri, Ketua DPRD Sumut Minta Aparat Tunda Penindakan Monza Usai Lebaran 
Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting sedang berdialog dengan sejumlah pedagang Monza.
MEDAN: koranmedan.com
Menteri Koperasi dan UKM serta Menteri Perdagangan diminta memberikan kelonggaran kepada pedagang pakaian bekas impor (Monza). Kelonggaran tersebut berupa pemberian tenggat waktu para pedagang menghabiskan stok hingga usai Lebaran.
Alih-alih ditunda, diketahui, terjadi penindakan terhadap dua titik, yaitu gudang di Kelurahan Namo Gajah dan Perumnas Simalingkar beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting meminta seluruh komponen penegak hukum untuk menahan diri hingga masa Lebaran usai.
“Semua harus mematuhi dan mendengarkan imbauan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki agar pedagang bisa menghabiskan stok dagangannya sampai usai Lebaran,” katanya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (5/4/2023).
Baskami menjelaskan, pihaknya juga telah membahas persoalan tersebut bersama Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.
“Dengan harapan Pak Gubernur menyampaikannya kepada Forkopimda. Hal ini menjadi perhatian kita bersama, bagaimanapun persoalan Monza juga berkaitan dengan nasib marhaen, rakyat kecil,” jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan telah memberi kelonggaran kepada para pembeli atau reseller untuk menjual pakaian impor bekas pada saat Ramadhan dan Lebaran.
“Saya kira kita harus memperkuat sinergitas, patuhi imbauan kedua menteri. Saya kira kelonggaran tersebut diberikan setelah melalui pertimbangan yang matang,” ungkapnya.
Baskami menyebut, pihaknya hingga kini terus mendengarkan aspirasi para pedagang Monza.
“Para pedagang telah mendatangi saya secara langsung dan menghubungi saya melalui telepon. Semua meminta penindakan itu ditunda agar mereka menghabiskan stoknya dulu hingga Lebaran,” harap Baskami.
Dikatakannya, para pedagang bermohon, agar pakaian yang sudah terlanjur dibeli dihabiskan jelang Lebaran. Setelahnya, para pedagang siap mematuhi peraturan pemerintah.
“Saya harap semua pihak bisa menahan diri. Beri kesempatan untuk rakyat kecil mencari rezeki,” pungkas Baskami.*** (Tati Rangkuti)
