Pernyataan Wali Kota Tanjungbalai Dinilai Tidak Arif, GPI Sumut: Seharusnya Wali Kota Melapor ke Polisi
Wali Kota Tanjungbalai saat memberikan sambutan di Masjid Persaudaraan Menara Lima, dan Inzet Foto Ketua GPI Sumut Andrian Sulin, SH.
T.BALAI: koranmedan.com
Pernyataan Wali Kota Tanjungbalai H. Waris Thalib, S.Ag, MM yang menyebutkan ada oknum sengaja digaji khusus untuk menelpon masjid dan musholla supaya menolak kehadiran dirinya sebagai Wali Kota menuai kontroversi dari Gerakan Pemuda Islam Sumatera Utara (GPI Sumut).
Ketua GPI Sumut Andrian Sulin, SH menilai Wali Kota seharusnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polisi sebab perlu dibuktikan kebenaran peristiwa dan siapa oknumnya agar tidak memunculkan fitnah yang dapat merusak persatuan umat Islam di Kota Tanjungbalai.
“Pernyataan Wali Kota Tanjungbalai di salah satu masjid di Kota Tanjungbalai tersebut seharusnya dilaporkan oleh Wali Kota kepada pihak kepolisian untuk di buktikan apakah benar terjadi atau tidak,” kata Andrian Sulin, SH Sabtu (15/4/2023).
Andrian Sulin menyayangkan Wali Kota Tanjungbalai lebih memilih menyampaikan peristiwa yang belum tentu benar tersebut, seakan benar telah terjadi di depan publik.
“Jika Walikota mengetahui peristiwa tersebut kenapa tidak melaporkannya? malah memilih mempublikasikan kepada publik. Pernyataan WaliKota tersebut sangat tidak arif dan bisa memunculkan kegaduhan yang membuat perpecahan di kalangan umat Islam ” ujar Andrian Sulin.
Lebih lanjut Andrian Sulin mendesak Kapolres Kota Tanjungbalai untuk segera menyelidiki kebenaran ucapan Wali Kota Tanjungbalai H. Waris Thalib.
Jika pernyataan Wali Kota tersebut benar oknum yang melakukannya harus diberikan sanksi dan hukuman, tetapi jika tidak benar Wali Kota juga harus mempertanggung jawabkan perkataan tersebut karena sudah menyampaikan informasi hoax.
“Kapolres Kota Tanjungbalai harus usut sampai tuntas, benar atau tidaknya pernyataan Wali Kota tersebut. Jangan di tutup-tutupi,” sebut Ketua GPI Sumut.
Saat dikonfirmasi Kapolres Kota Tanjungbalai AKBP Ahmad Yusuf Afandi, SIK, MM melalui pesan tertulis kepada wartawan menyebutkan, terkait pernyataan Wali Kota adanya kejadian oknum yang sengaja digaji khusus untuk menelpon masjid dan musholla supaya menolak kehadiran Wali Kota Tanjungbalai, belum ada pengaduan yang diterima Polres Kota Tanjungbalai.
“Wa’alaikumus salam. Belum ada pengaduan apapun terkait itu (peristiwa seperti pernyataan Wali Kota Tanjungbalai – red ), coba saya cek dulu ya.” kata Kapolres Kota Tanjungbalai AKBP. Ahmad Yusuf Afandi, SIK, MM melalui pesan tertulis kepada wartawan.
Untuk diketahui berdasarkan video resmi yang dipublikasikan di akun Faceebook Pemerintahan Kota Tanjungbalai saat memberikan kata sambutan di Masjid Persaudaraan Menara Lima, Wali Kota Tanjungbalai Waris Thalib di depan jamaah Masjid menyebutkan adanya oknum yang sengaja digaji khusus untuk menelpon masjid dan musholla supaya menolak kehadiran Wali Kota.
“Karena sekarang mohon maaf ada orang yang sengaja di gaji khusus untuk menghubungi masjid dan musholla di Tanjungbalai ini untuk menolak kedatangan Wali Kota. Jadi saya sampaikan, saya pikir Masjid Menara Lima ini sudah jadi korban, ternyata masih belum, jadi hati-hati,” ucap Wali Kota Tanjungbalai H. Waris Thalib*** (Syafrizal Manurung)
