KNKT Diminta Investigasi Kasus Bus Mudik Gratis yang Terbalik di Tapteng
Bus Almasar pengangkut mudik saat dievakuasi dari dalam jurang. (Foto: Dok)
MEDAN: koranmedan.com
Pemerhati kebijakan publik Efendi, SH meminta Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turun melakukan investigasi terkait kasus Bus Mudik Gratis Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang terbalik dan masuk jurang di Desa Rampa Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis 20 April 2023.
Hal itu disampaikan Efendi kepada Koranmedan.com, Sabtu (22/4/2023) mengingat ada unsur kelalaian dari unsur Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan dalam pengecekan kondisi bus dan kelayakan supir yang mengemudikan bus.
Seperti diberitakan banyak media, Bus mudik gratis Pemko Medan Almasar BK 7008 UD terbalik dan masuk jurang karena mengalami kecelakaan di Desa Rampa, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Bus tersebut masuk jurang, terbalik hingga barang berserakan termasuk bingkisan berlogo Bobby Nasution dan Aulia Rachman.
Informasi dihimpun Koranmedan.com, peristiwa terjadi pada Kamis 20 April 2023 sekira pukul 11.30 WIB.
Kejadian berawal saat bus bermuatan 27 pemudik tak kuat menanjak, supir pun memerintahkan seluruh penumpang keluar sambil tetap menginjak rem.
Tanggapan Wali Kota Medan
Wali Kota Medan, Bobby Nasution memberikan tanggapan terkait peristiwa bus mudik gratis yang diselenggarakan Pemko Medan terbalik di sekitar jurang Rampa Kabupaten Tapanuli Tengah.
Bobby Nasution menegaskan, dalam peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa karena para penumpang yang berjumlah 27 orang sudah terlebih dahulu diturunkan supir bus.
“Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, karena sebelum kejadian para penumpang sudah diturunkan terlebih dahulu, ” ujar Bobby usai melaksanakan sholat Ied di lapangan Taman Cadika Pramuka, Kota Medan, Sabtu (22/4/2023).
Lebih jauh, Bobby Nasution pun mengungkapkan, sebelum kejadian sang supir sudah merasakan bus yang dikemudikannya itu sedang tidak dalam kondisi yang prima, saat hendak melintasi jalur menanjak.
Sehingga sang supir meminta kepada penumpang untuk turun, sementara barang bawaan penumpang masih tertinggal di dalam bus.
“Niatnya setelah bus berhasil menanjak, para penumpang akan kembali naik. Namun saat menanjak, tidak kuat dan terguling. Korban jiwa tidak ada, hanya saja barang – barang penumpang masih tertinggal di dalam bus. Makanya kita melihat dalam video yang beredar, banyak barang – barang yang berserakan, ” kata Bobby.
Hal senada juga disampaikan Kadis Perhubungan Medan, Iswar.*** (War)
