
Sugiono, 13 Tahun Jalani Hidup Sebagai Pengrajin Keramik
Penulis: Aldi Aulia
DELISERDANG: koranmedan.com
Tigabelas tahun sudah Sugiono menekuni profesinya sebagai pengrajin keramik untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Lewat bengkelnya yang terletak di Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, Deli Serdang inilah sehari-hari ia menjalani hidupnya untuk mengais rezeki.
Dibantu tiga pengrajin lainnya, berbagai karya dihasilkan dari bengkelnya. Mulai dari hiasan keramik, pot bunga, dan berbagai jenis kerajinan keramik lainnya diproduksi bengkelnya.
Namun, ayah lima anak ini mengaku saat ini bengkelnya lebih fokus memproduksi kerajinan keramik sesuai pesanan, baik dari kalangan pribadi maupun pemborong.
Pria berusia 49 tahun ini mengakui hasil karya bengkelnya sudah sampai ke luar daerah, baik dalam provinsi maupun luar Provinsi Sumatra Utara, seperti Aceh, Sumatra Barat hingga Kepulauan Riau.
“Segala jenis kita produksi, mulai dari ukuran yang kecil sampai besar. Bahkan juga ada yang pesan wadah macam cobek yang biasa dipakai warung atau restoran,” kata Sugiono mengawali ceritanya saat diwawancarai di bengkelnya, Kamis (28/5/2023).
“Kebanyakan masih yang dekat-dekat aja sih, seperti Asahan, Pemantang Siantar, Rantauprapat dan lainnya. Kalau luar gak jauh-jauh, macam Aceh, Padang (Sumbar) dan Batam (Kep. Riau),” sambungnya.
Pria paruh baya ini menceritakan usaha yang dirintisnya dimulai sejak 2010 silam. Namun mulai 2018 lalu memakai nama usaha Akhdan Keramik yang diambilnya dari nama anak terakhirnya.
Sugiono mengaku, bukan tanpa alasan mengapa profesi ini ia tekuni sampai saat ini. Ia menyebut, keluarganya juga sebagai pengrajin keramik, yakni kakek dan orang tuanya, walaupun awalnya ia tak begitu tertarik dengan profesi ini.
“Kakek saya sebagai pengrajin sejak tahun 70-an kalau tidak salah dan saya belajar seperti ini dari orangtua juga. Saya pelajari membuat keramik ini sejak 1999, tapi tak begitu saya tekuni karena saat itu saya lebih suka kerja ikut-ikut orang (serabutan),” beber Sugiono.
Akan tetapi, dirinya pun sadar pekerjan serabutan tak begitu menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Lalu ia mulai fokus tekuni sebagai pengrajin keramik yang memang ilmunya sudah ia kuasai sejak lama.
“2010 mulai saya fokus sebagai pengrajin keramik, tapi saat itu saya masih kerja sendiri dan di 2018 baru mulai mengembangkan usaha saya ini. Alhamdulillah bertahan sampai saat ini dan sudah dibantu tiga pengrajin,” sebutnya.
Bahkan, Sugiono menyebut mantan pengrajin yang pernah bekerja bersamanya juga sudah memulai usaha sendiri sebagai pengrajin keramik seperti dirinya.
“Kemarin ada dua orang yang coba mandiri, tapi kalau gak salah tinggal satu saja yang masih fokus saat ini. Senang juga lihatnya, karena saya gak pernah memaksa untuk terus ikut di bengkel saya ini. Ada kepuasan batin juga lihat mereka bisa mandiri,” ucapnya.
“Ya pada intinya niat, usaha dan tidak mengenal kata menyerah menurut saya itu sih di dunia pengrajin ini. Insha Allah dimana ada kemauan di situ ada jalan,” pungkasnya berpetuah.***
