
Pedagang Diimbau Cermat Bertransaksi Nontunai
Penulis: Aldi Aulia
MEDAN: koranmedan.com
Para pedagang, terutama pedagang kecil, yang sudah menerapkan transaksi digital ataupun nontunai diimbau untuk berhati-hati, cermat, dan teliti dalam setiap transaksi.
Imbauan itu disampaikan M. Nasir, pengelola Toko Kurnia yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja No.25 Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas Kota Medan. Sebab, dirinya pernah hampir tertipu.
Terlebih, lanjut Nasir, tokonya tergolong baru dalam menerapkan transaksi pembayaran dengan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard). Baru sekitar dua pekan mengaplikasikan QRIS dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
“Hampir saja. Saat itu lagi ramai dan ada yang pakai (QRIS) untuk bayar dan menunjukkan semacam bukti,” kata ayah tiga anak itu saat dijumpai di tokonya, Jumat (30/6/2023).
“Untung belum di oke kan si pembeli itu. Sengaja atau tidak, saya kurang tahu. Tapi agar tak su’udzon dengan orang lain, setiap ada transaksi yang berhasil pakai (QRIS) ini, saya langsung lihat di aplikasi (BRImo) apakah sudah masuk atau belum,” sambungnya.
Artinya, imbuh Nasir, walaupun zaman (teknologi) semakin canggih. “Kita harus tetap waspada, cermat dan hati-hati. Kalau gak gitu bisa tumpur walaupun transaksi dalam nominal kecil. Pribadi saya siap menerapkan hal-hal kayak gini, artinya menunjukkan bahwa kita melek akan kemajuan teknologi digitali ini,” lanjut pria 52 tahun itu yang telah berjualan lebih dari 20 tahun lamanya.
Sementara salah seorang pelanggan, Chandra mengaku rutin belanja di Toko Kurnia. Bahkan sejak toko ini menerapkan transaksi nontunai, dirinya pun ikut menerapkan QRIS.
“Sebelum ada QRIS dan lagi tak pegang uang cash, biasanya saya transfer aja. Tapi sejak ada QRIS ini, jadi rutin juga sih pakainya,” sebut Chandra.
Bahkan belanja (nominal) yang kecil-kecil pun Chandra langsung scan pakai Hp. “Selain pakai aplikasi bank lain, kadang saya juga pakai OVO, Gopay dan lainnya kalau ada saldo,” ujar Chandra.
Sementara dikutip dari laman Kontan.co.id, Direktur Jaringan dan Layanan BRI Andrijanto mengatakan, untuk mengantisipasi penipuan jenis ini, ia meminta para merchant untuk menyerahkan barang/jasa jika sudah terdapat notifikasi masuk, baik dari mesin EDC, SMS notifikasi atau melalui notifikasi BRImo.
“Merchant QRIS BRI juga bisa men-download aplikasi BRIMerchant di PlayStore untuk nantinya bisa melihat sukses atau tidaknya transaksi yang dilakukan,” katanya, Selasa (9/5/2023).
Dari sisi pembeli, lanjutnya, jika pembayaran dengan menggunakan metode QRIS melalui aplikasi mobile banking BRI yaitu BRImo, maka akan ditampilkan nama merchant QRIS secara lengkap sehingga nasabah lebih mudah memastikan kesesuaiannya.
Terakhir, Andrijanto berharap seluruh merchant agar rutin memeriksa kondisi stiker QRIS masing-masing.
Menurutnya, kehati-hatian dalam bertransaksi QRIS, harus dilakukan oleh semua pihak yang terlibat, baik dari sisi merchant QRIS, pembeli, dari sisi PJP Acquirer maupun issuer sehingga transaksi berjalan aman dan lancar.
“Bagi semua merchant BRI, terutama merchant masjid, yayasan, ataupun lembaga non-profit lainnya agar dapat memeriksa kondisi stiker QRIS secara rutin untuk memastikan keasliannya, dalam kondisi baik, tidak pudar, tidak ditimpa sticker lain, ataupun adanya indikasi manipulasi lainnya,” pungkas Andrijanto.***
