Sikap Relawan Ketika Anies Baswedan Digagalkan Pihak Tertentu Jadi Capres Pemilu 2024, Begini Kata Rocky Gerung

Rocky Gerung saat melakukan dialog terbuka dengan simpul Relawan Anies Baswedan di Medan.
MEDAN: koranmedan.com
Relawan harus tampil menjadi penegak kedaulatan rakyat melalui people power ketika Anies Baswedan digagalkan oleh pihak tertentu menjadi Calon Presiden (Capres) pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024.
Hal itu ditegaskan Akademisi Rocky Gerung di hadapan ratusan Relawan Anies Baswedan dari berbagai simpul dalam dialog terbuka yang digelar Relawan Anies P-24 di Hotel Saka Jalan Ringroad Medan, Sabtu (1/7/2023).
Hadir saat itu perwakilan dari tiga perwakilan Parpol pengusung yakni H. Syarwani SH dari DPW Nasdem Sumut, Ustadz Prof. Usman Djakfar dari DPW PKS Sumut, serta Yudha Johansyah dari Partai Demokrat Sumut.
Langkah people power tersebut, kata Rocky Gerung perlu ditempuh untuk meluruskan arah tujuan bangsa ke arah yang lebih baik. “Jadi relawan jangan mau diciptakan, tapi harus menciptakan situasi,” tegas Rocky.
Ketika Anies digagalkan menjadi Capres, menurut Rocky Gerung, itu tak mengapa, tapi perjuangan melakukan perubahan untuk kebaikan Indonesia ke depan harus terus dilanjutkan, ada atau tanpa Anies sekalipun.
Diakui Rocky Gerung, Anies Rasyid Baswedan diproklamirkan oleh relawan baru disusul dukungan Parpol. Tugas relawan semestinya menekan Parpol. Relawan harus mampu melakukan people power (kedaulatan rakyat) ekstra elektoral, menopang perubahan yang diusung, bukan digerakkan Parpol pendukung.
“Relawan itu otonom, ini politik nilai. Kita mau Anies bukan untuk jadi Presiden tapi sebuah gerakan untuk melakukan perubahan total bagi Indonesia,” begitu harapan Rocky Gerung yang langsung kembali ke Jakarta usai melakukan dialog terbuka yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB itu.*** (War)
