Masjid Sultan Serdang di Rantau Panjang Menarik Dikelola Jadi Lokasi Wisata Masjid
Masjid bersejarah Sultan Serdang di Desa Rantau Panjang Kecamatan Pantai Labu menarik jika dikelola menjadi Lokasi Wisata Masjid.
DELISERDANG: koranmedan.com
Salah satu masjid dari beberapa masjid peninggalan Sultan Serdang yang berlokasi di Kabupaten Deliserdang Provinsi Sumatera Utara adalah Masjid Basyaruddin di Desa Rantau Panjang Kecamatan Pantai Labu.
Masjid tersebut dibangun tahun 1854 Masehi atau 2 abad silam oleh Sultan Serdang IV Tuanku Basyaruddin Syaiful (Syariful) Alamsyah.
Menurut warga yang berkunjung ke masjid tersebut, sudah selayaknya masjid tua yang pernah dijadikan markas pertahanan Sultan Serdang ketika melawan penjajah Belanda itu dikelola Pemkab Deliserdang bersama ahli waris menjadi lokasi wisata masjid bersejarah.
Melihat bentuk bangunan dan beberapa fasilitas yang terdapat di dalam komplek masjid menurut Damuri, marbot masjid yang sudah 20 tahun bertugas, masih dalam bentuk aslinya.
“Termasuk sumur tua, bedug dan mihrab, masih asli peninggalan Sultan Serdang IV Tuanku Basyaruddin Syaiful Alamsyah,” kata Damuri kepada Koranmedan.com saat mengunjungi masjid tersebut, Sabtu (8/7/2023).
Sebelum membangun masjid raya Rantau Panjang Pantai Labu, kata Damuri, Sultan Serdang IV bermukim di Kampung Besar Desa Paya Gambar Kecamatan Batangkuis. Di Kampung Besar Paya Gambar tersebut, Sultan Serdang juga membangun masjid jamik Sultan Sinar.
Tradisi membangun masjid ini juga diteruskan Kesultanan Serdang saat istana Rantau Panjang dipindahkan ke Kota Galuh Perbaungan. Masjid yang kini terletak di segitiga Perbaungan itu bernama Masjid Sulaimaniyah.
Di Jalan Tengku Raja Muda Lubuk Pakam juga terdapat bangunan masjid dan istana keluarga Sultan Serdang. Khusus bangunan istana saat ini dipinjam pakai oleh yayasan panti asuhan.
Menurut warga yang mampir, jika Pemkab Deliserdang beserta ahli waris berkenan menata masjid peninggalan Sultan Serdang menjadi wisata masjid bersejarah, diharapkan infak yang diberikan pengunjung dapat lebih melestarikan dan memakmurkan masjid serta dapat meningkatkan kesejahteraan marbot masjid.
Di area luar pagar Masjid Sultan Basyaruddin Rantau Panjang misalnya dapat pula dibuatkan kantin dan stand souvenir hasil kerajinan warga sekitar. Sehingga lebih menghidupkan suasana masjid begitu usai pelaksanaan sholat berjamaah 5 waktu seperti di Masjid Jokokariyan Yogyakarta.*** (War)
