Zuriat Raja Metar Bilad Deli Temukan Makam Raja Ke-4
Inilah makam Tuanku Gabal ibni Nabab dan Permaisuri NIP ibni Sultan Muhammad Abdul Djalil Mujafarsyah (Siak) yang ditemukan di komplek Masjid Al-Mukarromah Jalan Teluk Haru Martubung Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.
MEDAN: koranmedan.com
Tengku Muhammad Fauzi,S.Kom, MH Ibni T.engku Zaini gelar Al-Mulk Akbar Syah Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI bersama Kezuriatan (keturunan), Datok perangkat dan Dr.Suprayitno Dosen Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU) yang juga ahli sejarawan di Sumut dan Ketua Sejarawan Indonesia Sumut, Sabtu 19 Agustus 2023 mengunjungi dan meneliti makam kuno yang terdapat di kompleks Masjid Al-Mukarramah Jalan Teluk Haru Martubung Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.
Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, tipologi makam dikenal dengan batu nisan yang didatangkan dari Aceh di perkirakan beratnya mencapai satu ton, digunakan sejak abad 17 &19 untuk makam ulama dan Raja Raja Aceh, sesuai dengan masa Kerajaan/Kejeruan Metar di Deli. Diperkirakan usianya 200 tahun.
Selain itu berdasar cerita secara turun temurun Kezuriatan terdapat makam Raja Metar berdampingan dengan permaisuri sebelah Utara berbatasan dengan Kejeruan Padang tidak diketahui keberadaannya.
Tak hanya itu makam kuno tersebut bentuk dan ukuran sama persis dengan ketiga makam raja-raja Metar yang ditemukan sebelumnya.
“Tak salah ini adalah makam Tuanku Gabal ibni Nabab dan Permaisuri NIP ibni Sultan Muhammad Abdul Djalil Mujafarsyah (Putri Siak),” ungkap salah seorang sesepuh Zuriat Kejeruan Metar Bilad Deli yang akrab disapa Tengku Ayah Intan (71 tahun) menegaskan.
Tengku Ayah Intan juga mengaku saat berusia enam tahun pernah diajak ayahnya berziarah ke makam tersebut namun karena masih kanak-kanak dia tidak ingat makam siapa dan letaknya dimana apalagi masa itu masih hutan.
Kemudian usai Sholat Zhuhur Tuanku bersama masyarakat bersilaturahmi dan berdiskusi di pelataran masjid menjawab pertanyaan terkait makam tersebut.
Tuanku juga mengisahkan secara panjang lebar asal usul moyang mereka berasal dari Hindia hingga menjadi Raja di Tanah Deli.
Salah seorang tokoh masyarakat Muhammad Muhyar yang juga Ketua BKM Masjid Al – Mukarromah menuturkan, sejak tahun 1976 sudah tinggal di sini, masa kanak-kanak sering bermain di area makam terdapat pohon Sentul sangat tinggi dan besar batangnya butuh tiga orang dewasa untuk memeluknya.
“Selama berpuluh-puluh tahun kami warga disini tidak tahu makam siapa, banyak versi mengatakan makam Datuk, ulama dll. Sampai saat ini ada saja orang dari luar datang berziarah, ” tuturnya.
BKM berterimakasih setelah kedatangan Raja Metar dan rombongan akhirnya hari ini tabir terungkap ternyata merupakan makam raja Kejeruan Metar Bilad Deli (KMBD) IV (ke-4) bernama Tuanku Gabal dan Permaisuri,” Ketua BKM Masjid Al – Mukarromah Muhammad Muhyar.
“Temuan ini harus segera dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Medan agar segera ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya. Mengingat usia sudah lebih dua abad,” pesan ahli sejarawan USU Dr. Suprayitno.***(dt.adek)
Kezuriatan Kejeruan Metar Bilad Deli saat berdiskusi di teras Masjid Al-Mukarromah
Jalan Teluk Haru Martubung Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.
