Dua Ajang Internasional Sukses Digelar di GOR PBSI Sumut, Suripno: Jadi Pelecut Semangat Pebulutangkis Muda

MEDAN: koranmedan.com
Dua turnamen bertaraf internasional yakni Indonesia International Challenge 2023 dan Indonesia Masters 2023 (BWF Super 100) sukses digelar selama dua pekan di GOR PBSI Sumut dari 29 Agustus sampai 10 September 2023.
Ketua Umum (Ketum) Pengprov PBSI Sumut, Drs. Suripno Ngadimin, tak lupa mengucapkan terima kasih kepada PP PBSI karena pihaknya telah dipercaya menjadi tuan rumah untuk dua ajang internasional tersebut.
Terlebih, kata Suripno, Sumut sudah absen selama 27 tahun tak menjadi tuan rumah untuk ajang level internasional. Terakhir Sumut dipercaya menjadi tuan rumah ajang internasional saat Indonesia Open 1996 silam.
“Jadi ini semua bisa berjalan baik dan sukses ini juga atas dukungan semua awak media yang membantu mempromosikan sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar tanpa terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Suripno, Senin (11/9/2023).
“Soalnya kejuaraan internasional ini menyangkut marwah Indonesia. Kalau sempat ada terjadi kejadian hal-hal yang tidak kita inginkan tentunya merusak nama Indonesia juga. Jika terjadi, mungkin (peserta) negara-negara lain tak mau lagi main di Indonesia,” sambung Suripno.
Kendati demikian, pihaknya tak memungkiri masih ada kekurangan selama pelaksanaan, terutama kapasitas GOR yang terbatas. Di mana di dua hari pertandingan terakhir di dua ajang tersebut banyak penonton yang tak kebagian tiket.
“Ke depan akan berupaya menambah kapasitas walaupun penambahannya tidak banyak. Sebab GOR ini juga akan menjadi venue saat PON 2024 Aceh-Sumut nanti. Ya mainnya di sini (Sumut),” sebut Suripno.
Tak sampai di situ, Suripno mengatakan, dua turnamen internasional ini juga sangat berdampak khususnya bagi atlet-atlet muda putra-putri daerah Sumatera Utara.
“Kita akui turnamen ini sangat berdampak untuk atlet-atlet kita di Sumatera Utara ini. Karena kita sudah mempertontonkan atlet-atlet kelas dunia. Artinya atlet-atlet muda bulutangkis Sumatera Utara tentu sangat ingin dan bisa menjadi motivasi mereka bisa tampil di kejuaraan seperti ini di masa depan,” ucapnya.
Lebih lanjut Suripno mengatakan, peluang tersebut cukup besar. Sebab saat ini PBSI Sumut sudah dipercaya oleh PP PBSI melaksanakan program Pelatihan Wilayah (Pelatwil) junior untuk bagian barat Indonesia (wilayah Pulau Sumatera).
Diketahui, saat ini ada 16 atlet yang masuk di program Pelatwil ini, dimana 11 diantaranya merupakan putra-putri daerah Sumut. Seluruh atlet yang terpilih diseleksi dengan ketat.
“Mungkin dua tahun lagi atlet-atlet muda Sumatera Utara bisa tampil di kejuaraan internasional seperti ini. Terutama atlet-atlet kita yang ada di Pelatwil ini. Jadi seluruh atlet-atlet junior Sumatera sebelum masuk Pelatnas Cipayung, lebih dulu di godok di sini dan Pelatwil ini sudah berjalan tiga bulan lamanya,” ungkap Suripno.
Pihaknya juga sangat bersyukur dan berharap semoga atlet-atlet putra-putri daerah Sumut bisa masuk ke Pelatnas di Jakarta dan besar harapannya lagi mereka bisa tampil di ajang internasional seperti dua turnamen kemarin, pungkas Suripno yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas PP PBSI.*** (War)
