Bertemu dengan Tim Peneliti USU, Nelayan Batubara Harapkan Perhatian Pemerintah
Tim Peneliti USU (sebelah kiri) saat berbincang-bincang dengan sejumlah nelayan di teras rumah Kepala Dusun Kuala Sipari, Jupri.
MEDANG DERAS: koranmedan.com
Para nelayan yang sehari-hari berkegiatan di perairan Kabupaten Batubara mengharapkan adanya perhatian Pemerintah sebagai pelayan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Hal itu diutarakan sejumlah nelayan yang bermukim di Dusun Kuala Sipari dan Dusun Pematang Eru Desa Medang Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara saat bertemu dengan Tim Peneliti Rekayasa Sosial Universitas Sumatera Utara (USU) diketuai Dra. Dara Aisyah, M.Si, Ph.D (FISIP USU) bersama Dr. Muhammad Sontang Sihotang, S.Si, M.Si (FMIPA USU) di kediaman Kepala Dusun Kuala Sipari Muhammad Jupri, Rabu (13/9/2023).
Dukungan yang diharapkan para nelayan seperti diungkapkan Iyus, Anto, Yusuf dan lainnya antara lain terkait sarana prasarana melaut seperti alat tangkap yang memadai, ketersediaan minyak solar yang cukup dengan harga terjangkau dan pendampingan pengelolaan pendapatan dari hasil melaut.
“Tolonglah kami Pak Presiden Jokowi untuk meningkatkan taraf hidup kami,” ungkap Iyus seraya berharap kiranya Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Batubara proaktif memperhatikan nasib nelayan.
Sementara Kepala Dusun Kuala Sipari M. Jupri berharap kepada Bupati Batubara kiranya dapat membantu alat penggiling limbah kulit kerang untuk dijadikan tepung yang kini sudah berharga.
“Sejumlah warga sudah menekuni penepungan kulit kerang menjadi kalsium sebagai pendapatan tambahan setelah menerima transfer knowledge atau alih teknologi dari Tim Peneliti Rekayasa Sosial USU,” ujar Jupri seraya berharap pula kepada Bupati Batubara berkenan melakukan pengerasan jalan menuju Dusun Kuala Sipari yang kini masih berupa jalan tanah.
Terpisah di hari yang sama di kediaman Kepala Dusun Benteng Desa Pakam Kecamatan Medang Deras, Tim Peneliti Rekayasa Sosial USU juga bertemu dengan sejumlah warga penggiat penepungan kalsium dari limbah kulit tamin. Mereka sama berharap kiranya Bupati Batubara dapat membantu pengadaan alat atau mesin penggiling kulit kerang karena jika ditumbuk secara manual tidak mau halus. “Kami sangat berharap bantuan mesin penggiling dari Bapak Bupati,” harap Paridah salah seorang penggiat penepungan kalsium dari kulit tamin.*** (War)
