
Plt Bupati Langkat Syah Afandin hadiri peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Mangga, Stabat. (Istimewa)
LANGKAT – koranmedan.com
Plt Bupati Langkat Syah Afandin mengingatkan tiga keajaiban di peristiwa kelahiran Rasulullah SAW, Minggu (8/10/2023).
Tiga keajaiban itu disampaikannya dihadapan ribuan warga Kecamatan Stabat sekitar pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1455 H, di Masjid Al-Huda Dusun V Selipit Desa Mangga Kecamatan Stabat, Langkat. Penceramah Anggota DPD RI, Dedi Iskandar Batubara.
Diketahui Nabi Muhammad SAW lahir di Kota Makkah pada 12 Rabiulawal pada tahun gajah, atau pada hari Senin, 22 April 571 Masehi.
Tahun kelahirannya disebut Tahun Gajah lantaran menjelang kelahiran Nabi, ada peristiwa penyerbuan pasukan Raja Abrahah yang menggunakan gajah ingin menghancurkan Ka’bah. Peristiwa penyerbuan Ka’bah itu terjadi pada 12 Muharram 571 Masehi.
Berikut tiga keajaiban disampaikan Syah Afandin ketika Nabi Muhammad SAW lahir.
1. Padamnya Api Sesembahan Majusi
Majusi adalah salah satu agama dalam aliran teologis yang sudah ada sebelum Islam datang. Para pengikut agama Majusi menyembah api, sehingga mereka biasa menyakralkan api.
2. Hancurnya Berhala di Ka’bah
Peristiwa jelang kelahiran Nabi Muhammad SAW yang tak biasa juga terjadi di sekitar Ka’bah. Bumi saat itu diguncang dengan gempa hingga membuat berhala-berhala yang terpancang di sekitar Ka’bah jatuh bergelimpangan dan berhancuran.
3. Lahir Dalam Keadaan Sujud
Jika pada umumnya seorang bayi lahir dalam keadaan menangis dan belum bisa apa-apa, Nabi Muhammad lahir dalam keadaan sujud. Begitu lahir, beliau langsung menggenggam tanah dengan tangannya yang mulia. Semua jari-jarinya menggenggam kecuali jari telunjuknya.
Dikesempatan itu, Afandin juga berpesan kepada masyarakat agar tidak terjadi gesekan satu dengan yang lainnya saat jelang maupun berlangsung Pemilu 2024.
“Nantinya pilihlah pemimpin yang bertakwa kepada Allah SWT dan selalu di cintai masyarakat,” pesannya.
Diketahui ribuan masyarakat padati Masjid Al Huda Desa Mangga untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H. Tidak hanya masyarakat yang ada di Desa Mangga sekitar saja, melainkan warga dari kabupaten/kota tetangga seperti Deliserdang dan Kota Binjai turut hadir.
Kepala Desa Mangga, Umar Dedi menyatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad ini di hadiri kurang lebih 2.000 orang. “Ini menjadi rutinitas setiap tahunnya dan akan menjadi abadi sepanjang masa,” ujarnya.(*)
Editor: Zul Anwar
